Terkuak: Skandal Manipulasi Fakta Polisi di Balik Tragedi Hillsborough

Tragedi Hillsborough yang menewaskan 97 suporter Liverpool pada 15 April 1989 di Stadion Hillsborough, Sheffield, Inggris, kini menemui titik terang setelah puluhan tahun investigasi. Laporan terbaru dari Kantor Independen untuk Perilaku Polisi (IOPC) mengkonfirmasi adanya manipulasi fakta dan upaya sistematis untuk mengalihkan kesalahan dari pihak kepolisian kepada para penggemar. Insiden tragis ini terjadi saat semifinal Piala FA antara Liverpool dan Nottingham Forest, di mana kerumunan besar suporter Liverpool berdesakan di tribun berdiri Leppings Lane setelah sebuah gerbang dibuka oleh komandan polisi.
Investigasi komprehensif oleh IOPC, yang disebut sebagai penyelidikan independen terbesar atas dugaan pelanggaran dan kriminalitas polisi di Inggris dan Wales, menemukan bahwa 12 petugas polisi seharusnya menghadapi kasus pelanggaran berat jika mereka masih bertugas. Di antara mereka adalah kepala polisi South Yorkshire saat itu, Peter Wright, yang dituduh berusaha meminimalkan kesalahan pasukannya dan mengalihkan tuduhan kepada suporter Liverpool. Laporan tersebut mengidentifikasi enam tuduhan pelanggaran berat terhadap Wright, termasuk upayanya untuk mengurangi tanggung jawab South Yorkshire Police (SYP) dan mengalihkan kesalahan kepada para korban.
Narasi palsu yang menyalahkan suporter Liverpool karena kerusuhan dan mabuk telah disebarluaskan oleh SYP pada hari-hari dan minggu-minggu setelah bencana tersebut. Tuduhan ini, yang telah berulang kali dibantah, menyebut bahwa suporter masuk tanpa tiket dan dalam kondisi mabuk, memaksa gerbang dibuka. Namun, laporan investigasi terbaru menegaskan bahwa tidak ada bukti untuk mendukung klaim polisi bahwa perilaku suporter menjadi penyebab atau faktor pemicu bencana tersebut. Sebaliknya, kegagalan mendasar dalam perencanaan dan penanganan pertandingan oleh South Yorkshire Police menjadi penyebab utama.
Selain itu, investigasi juga menyoroti peran kepolisian West Midlands (WMP), yang ditugaskan untuk menyelidiki bencana tersebut dan mendukung Laporan Taylor. Investigasi WMP disebut "sama sekali tidak memuaskan" dan "sangat sempit", dengan bukti adanya bias dari perwira senior yang mendukung SYP. Mantan Asisten Kepala Polisi West Midlands, Mervyn Jones, dan mantan Kepala Detektif Superintenden, Michael Foster, juga akan menghadapi kasus pelanggaran berat atas kegagalan mereka dalam melakukan penyelidikan yang ketat, termasuk dugaan bias terhadap polisi dan anti-suporter.
Meskipun kebenaran tentang manipulasi fakta telah terungkap, tidak ada satu pun petugas polisi yang akan menghadapi proses disipliner karena mereka semua telah pensiun sebelum investigasi dimulai. Hal ini digambarkan oleh pengacara yang mewakili keluarga korban sebagai "ketidakadilan yang pahit", meskipun celah hukum yang memungkinkan hal ini telah ditutup.
Tragedi Hillsborough, yang awalnya disimpulkan sebagai "kematian tidak disengaja" oleh penyelidikan koroner pertama pada tahun 1991, akhirnya mengarah pada penyelidikan koroner kedua pada tahun 2014-2016. Penyelidikan kedua ini memutuskan bahwa para suporter dibunuh secara tidak sah karena kegagalan kelalaian besar oleh polisi dan layanan ambulans. Bencana ini juga memicu perubahan signifikan dalam standar keamanan stadion di Inggris, termasuk penghapusan tribun berdiri berpagar dan penerapan stadion dengan kursi penuh di dua divisi teratas sepak bola Inggris. Pada tahun 2021, South Yorkshire Police dan West Midlands Police setuju untuk membayar kompensasi kepada lebih dari 600 orang atas kampanye polisi palsu yang bertujuan menghindari tanggung jawab dan menyalahkan para korban.