Joselu Menguak Inti Masalah Real Madrid

Joselu, mantan penyerang Real Madrid yang kini membela Al-Gharafa, baru-baru ini menyuarakan analisisnya mengenai apa yang disebutnya sebagai "masalah" di tubuh Real Madrid. Komentar ini muncul di tengah musim yang memperlihatkan Real Madrid berada di posisi kedua klasemen La Liga dengan 39 poin dari 17 pertandingan, mencatatkan 12 kemenangan, 3 seri, dan 2 kekalahan. Los Blancos juga baru saja tersingkir dari Liga Champions di babak perempat final setelah kalah agregat 5-1 dari Arsenal.
Dalam pernyataannya kepada AS, Joselu menyoroti kurangnya "daya saing" dan perasaan sejati akan makna mengenakan seragam Real Madrid di kalangan pemain saat ini. Ia merasa bahwa, saat ia masih berada di klub, sekitar 80% pemain benar-benar merasakan hal tersebut. Ia menyebut nama-nama seperti Nacho Fernandes, Lucas Vazquez, Dani Carvajal, Fede Valverde, dan Vinicius Jr. sebagai beberapa pemain yang masih memiliki semangat tersebut.
Joselu juga mengemukakan bahwa masalah utama Real Madrid saat ini adalah perbandingan yang tidak realistis dengan masa-masa kejayaan klub. Ia mengingatkan bahwa musim dominan seperti 2023/2024, di mana Real Madrid nyaris sempurna dengan hanya kalah dua pertandingan dan meraih enam hasil imbang di semua kompetisi, adalah pencapaian langka yang sulit diulang. "Masalahnya adalah orang-orang membandingkan masa-masa ketika Anda memenangi titel-titel juara dengan masa-masa ketika tidak juara," ujarnya.
Aspek lain yang disinggung Joselu adalah kurangnya penyerang tengah murni atau "nomor 9" tradisional di skuad. Ia dengan bercanda mengatakan, "Kami kekurangan pemain nomor 9, bukan?" Ia menambahkan bahwa dengan kehadiran pemain seperti Kylian Mbappe, yang telah mencetak 29 gol musim ini, peran striker tradisional cenderung memudar. Joselu bahkan menyayangkan minimnya waktu bermain bagi Gonzalo Garcia, yang menurutnya adalah penyerang alami. Sentimen ini juga diamini oleh kiper Thibaut Courtois setelah kekalahan di Liga Champions, yang mempertanyakan taktik umpan silang Real Madrid tanpa striker murni seperti Joselu.
Joselu mengakui adanya tekanan besar untuk terus meraih gelar di Real Madrid, terlebih dengan kedatangan bintang-bintang seperti Mbappe, Vinicius Junior, Rodrygo, dan Jude Bellingham. Ekspektasi publik menjadi sangat tinggi, menciptakan persepsi bahwa tim ini seharusnya tidak terkalahkan. Selain itu, Joselu juga pernah menyebut "reperkusi" di Madrid sebagai masalah, menjelaskan betapa tingginya tuntutan dan sorotan yang diterima para pemain.
Real Madrid, di bawah asuhan pelatih Xabi Alonso, telah mencetak total 34 gol di La Liga musim ini. Meskipun memiliki sederet talenta menyerang, komentar Joselu menyoroti dinamika internal dan eksternal yang memengaruhi performa dan persepsi terhadap salah satu klub terbesar di dunia ini.