STY Terseret Penyelidikan Usai Video Sentuh Pemain Ulsan Heboh

Video yang memperlihatkan pelatih kenamaan Shin Tae-yong (STY) menampar pemain Ulsan HD, Jung Seung-hyun, telah menjadi viral di media sosial dan memicu penyelidikan dari Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA). Insiden ini disebut terjadi saat Shin Tae-yong masih menjabat sebagai pelatih Ulsan HD.
Jung Seung-hyun, pemain yang terlibat dalam insiden tersebut, telah mengonfirmasi kejadian itu kepada media. Ia menyatakan bahwa tindakan tersebut membuatnya merasa tidak nyaman dan bahwa perilaku semacam itu tidak seharusnya terjadi di era sepak bola modern saat ini. Jung juga mengungkapkan bahwa orang tuanya merasa kecewa setelah melihat video tersebut.
Menanggapi tuduhan tersebut, Shin Tae-yong menyampaikan permintaan maaf jika tindakannya dianggap berlebihan dan membuat para pemain merasa tidak nyaman. Meskipun demikian, ia membantah keras telah melakukan kekerasan fisik maupun verbal. Shin Tae-yong bahkan menegaskan tidak akan pernah lagi menjadi pelatih apabila terbukti melakukan kekerasan. Ia juga menyebut Jung Seung-hyun sebagai salah satu pemain kesayangannya yang pernah bersamanya di Olimpiade dan Piala Dunia.
Shin Tae-yong sendiri dipecat dari Ulsan HD pada Oktober 2025, hanya setelah 65 hari menjabat, menyusul serangkaian hasil buruk yang diraih tim. Sebelumnya, ia juga diberhentikan dari posisinya sebagai pelatih Tim Nasional Indonesia oleh PSSI pada Januari 2025, dengan masalah komunikasi disebut-sebut sebagai salah satu alasan di balik pemecatan tersebut. Setelah itu, pada April 2025, Shin Tae-yong ditunjuk sebagai Wakil Presiden KFA untuk urusan luar negeri. Jabatan di KFA ini disebut sebagai posisi paruh waktu, dan ada diskusi mengenai status kontraknya dengan PSSI saat ia menerima peran tersebut.