Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

KOI & Kickboxing Indonesia Bongkar Fakta Isu Intimidasi Atlet SEA Games 2025

Admin 26 Dec 2025

KOI & Kickboxing Indonesia Bongkar Fakta Isu Intimidasi Atlet SEA Games 2025

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Pengurus Pusat Kickboxing Indonesia (PP KBI) membantah keras tudingan intimidasi terhadap atlet kickboxing Andi Mesyara Jerni Maswara dalam ajang SEA Games 2025 di Thailand. Klaim intimidasi ini mencuat setelah Jerni Maswara, peraih medali perunggu di kelas 50 kg putri, menyatakan mendapat tekanan untuk menghapus unggahan media sosial yang mengkritik dugaan kecurangan wasit menjelang seremoni pengalungan medali pada 20 Desember 2025.

Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, secara tegas membantah adanya intimidasi dan menjelaskan bahwa langkah yang diambil oleh anggota Komite Eksekutif KOI, Krisna Bayu dan Antonius Adi Wirawan, merupakan bagian dari upaya diplomasi untuk memastikan hak atlet terpenuhi sesuai regulasi internasional. Oktohari menekankan bahwa KOI justru berjuang agar Jerni tetap dapat berdiri di podium dan menerima medalinya, meskipun ada kendala administratif dan disipliner terkait unggahan media sosial yang dianggap melanggar aturan Asia Kickboxing Confederation (AKC).

Polemik ini berakar dari sanksi yang dijatuhkan World Association of Kickboxing Organizations (WAKO) Asia kepada manajer tim kickboxing Indonesia, Rosi Nurasjati, dan seorang pelatih asal Kirgistan pada September 2025. Keduanya dilarang terlibat dalam aktivitas di bawah naungan WAKO Asia, termasuk SEA Games 2025, karena dinilai melanggar statuta organisasi. Ketegangan memuncak ketika Rosi Nurasjati tetap hadir di Thailand dan sempat masuk area hotel serta venue atlet tanpa akreditasi resmi, menimbulkan kekhawatiran Federasi Kickboxing Asia (WAKO Asia) akan diskualifikasi seluruh tim kickboxing Indonesia.

Krisna Bayu, yang dituding melakukan tekanan, menjelaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari upaya penyelamatan medali atlet setelah berkoordinasi dengan Ketua Umum PP KBI Ngatino dan Presiden AKC Nasser Nassir. Menurutnya, unggahan media sosial Jerni yang mengkritik dugaan kecurangan wasit dianggap tidak sesuai dengan aturan AKC, sehingga federasi sempat menolak memberikan medali kepada atlet tersebut. Bayu, sebagai mantan atlet, memahami kesakralan momen pengalungan medali dan merasa bertanggung jawab untuk memastikan Jerni mendapatkan haknya.

Ngatino, Ketua Umum PP KBI, membenarkan pernyataan KOI, menegaskan bahwa tudingan intimidasi tidaklah benar dan kejadian tersebut merupakan ekses dari permintaan panitia penyelenggara dan AKC agar unggahan Jerni dihapus atau atlet meminta maaf. Sekretaris Jenderal NOC Indonesia, Wijaya Noeradi, menambahkan bahwa pihak federasi sempat mengancam akan mendiskualifikasi seluruh atlet Indonesia jika mereka tetap membawa pihak yang sedang disanksi.

Insiden ini menyoroti kompleksitas dinamika antara federasi nasional, komite olimpiade, atlet, dan regulasi internasional dalam ajang olahraga multi-cabang. Di satu sisi, kebebasan berekspresi atlet di media sosial menjadi isu krusial. Di sisi lain, kepatuhan terhadap aturan federasi internasional dan manajemen tim yang profesional menjadi tolok ukur penting untuk menjaga integritas kompetisi dan menghindari sanksi yang merugikan seluruh kontingen. Kasus Andi Jerni menunjukkan bahwa koordinasi yang kuat antara KOI, PP KBI, dan federasi internasional adalah fundamental untuk menavigasi tantangan tersebut, sekaligus melindungi hak-hak atlet di tengah tuntutan disiplin dan kepatuhan regulasi. Upaya diplomasi di lapangan berhasil mengamankan medali perunggu bagi Jerni Maswara, meskipun sempat menimbulkan perdebatan.

SEA Games 2025 yang diselenggarakan di Thailand berlangsung dari 9 hingga 20 Desember 2025. Indonesia berhasil mengumpulkan total 91 medali emas, 111 perak, dan 131 perunggu, menempatkan diri di posisi kedua klasemen akhir di bawah tuan rumah Thailand. Thailand sendiri mengamankan juara umum dengan lebih dari 200 medali emas. Penyelenggaraan SEA Games ke-33 ini menuai sorotan, termasuk kritik dari media Thailand sendiri mengenai beberapa aspek manajemennya. Permasalahan kickboxing ini menjadi salah satu polemik non-teknis yang mewarnai gelaran olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut.