Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Derby London Utara: Bola Mati, Kartu As Penentu Arsenal vs Tottenham

Admin 21 Nov 2025

Derby London Utara: Bola Mati, Kartu As Penentu Arsenal vs Tottenham

Derby London Utara antara Arsenal dan Tottenham Hotspur selalu menyajikan drama tak terduga, dan jelang pertemuan terbaru mereka pada 23 November 2025 di Emirates Stadium, bola mati sekali lagi menjadi sorotan utama sebagai kunci penentu hasil. Analisis performa kedua tim menunjukkan bahwa situasi bola mati memainkan peran yang semakin sentral, baik dalam mencetak gol maupun dalam pertahanan.

Musim ini, Arsenal telah membuktikan diri sebagai tim paling mematikan dari skema bola mati di Premier League, dengan mencetak 10 gol dari situasi tersebut. Delapan dari gol tersebut berasal dari sepak pojok, dan The Gunners juga memimpin liga dalam jumlah tendangan sudut yang diambil, yaitu 75. Keunggulan ini sangat terlihat pada Derby London Utara sebelumnya, 15 September 2024, di mana gol tunggal kemenangan Arsenal atas Tottenham 1-0 dicetak oleh Gabriel Magalhães melalui sundulan dari tendangan sudut pada menit ke-64. Gol tersebut merupakan contoh nyata bagaimana Arsenal memanfaatkan fisik dan penempatan posisi untuk menghukum lawan dari set-piece.

Namun, menjelang pertandingan ini, Arsenal akan menghadapi tantangan besar dengan absennya Gabriel Magalhães, yang merupakan salah satu ancaman utama mereka dari bola mati. Gabriel dilaporkan mengalami cedera paha saat membela Brasil dan diperkirakan akan absen selama beberapa minggu. Sejak debutnya di Premier League pada September 2020, Gabriel telah mencetak 18 gol, lima lebih banyak dari bek lain di kompetisi tersebut, menjadikannya komponen kunci dalam kehebatan set-piece Arsenal. Ketidakhadirannya dipandang sebagai keuntungan besar bagi Tottenham.

Di sisi lain, Tottenham Hotspur di bawah asuhan Thomas Frank menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal bola mati. Meskipun Spurs menempati peringkat ketiga dalam gol dari set-piece musim ini dengan enam gol, kekuatan utama mereka terletak pada pertahanan bola mati. Tottenham memiliki rekor pertahanan bola mati terbaik di Premier League musim ini, hanya kebobolan dua gol dari situasi tersebut. Pendekatan pragmatis Frank, yang terkenal sukses mengimplementasikan strategi bola mati di Brentford, telah membawa dampak besar pada kemampuan bertahan Spurs dalam situasi ini.

Pertandingan mendatang ini juga menjadi panggung bagi duel taktik antara pelatih set-piece Arsenal, Nicolas Jover, dan Andreas Georgson dari Tottenham, yang keduanya pernah bekerja di bawah Thomas Frank. Pergeseran fokus pada "marginal gains" dari bola mati telah membuat pelatih set-piece semakin dihormati dalam dunia sepak bola modern.

Secara historis, Arsenal memiliki rekor dominan dalam Derby London Utara, memenangkan lima dari enam pertemuan terakhir mereka di liga. Tottenham sendiri memiliki catatan tandang yang buruk di Emirates, hanya memenangkan satu dari 32 pertandingan tandang Premier League terakhir mereka melawan Arsenal sejak 2010. Namun, musim ini, Spurs menunjukkan performa tandang yang impresif, menjadi tim dengan rekor tandang terbaik di liga dengan 13 poin dari kemungkinan 15, mencetak 12 gol, dan hanya kebobolan tiga gol.

Dengan Arsenal yang memimpin klasemen dan Spurs berada di posisi kelima, ditambah dengan cedera Gabriel Magalhães, pertandingan ini diprediksi akan sangat ketat. Fokus pada strategi bola mati dan kemampuan masing-masing tim dalam memanfaatkan atau mempertahankan situasi tersebut akan menjadi faktor krusial dalam menentukan siapa yang akan meraih kebanggaan Derby London Utara kali ini.