Ramon Tanque: Penentu Persib Saat Krusial

Bandung, Ramon Tanque kini muncul sebagai penyerang krusial Persib Bandung, mematahkan keraguan awal musim dengan serangkaian gol penentu di momen-momen genting yang krusial bagi ambisi klub di Liga 1 maupun di kancah Asia. Penyerang asal Brasil berusia 27 tahun ini mencetak dua gol penting saat Persib menaklukkan Bhayangkara FC 2-0 pada Minggu, 21 Desember 2025, mengangkat Maung Bandung ke peringkat kedua klasemen sementara Liga 1 dengan 31 poin dari 14 pertandingan. Performa cemerlang ini menyusul gol tunggalnya yang memastikan kemenangan krusial 1-0 atas Bangkok United pada 10 Desember 2025, yang mengamankan tiket Persib ke babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL Two) sebagai juara Grup G.
Kedatangan Ramon Tanque ke Persib pada bursa transfer awal musim Liga 1 2025-2026 membawa ekspektasi tinggi. Sebagai pencetak gol terbanyak Liga Utama Kamboja musim 2024-2025 dengan 21 gol dari 28 pertandingan untuk Visakha FC, Tanque diharapkan segera menjadi solusi lini depan Persib. Namun, periode adaptasi di Liga Indonesia terbukti menantang. Ramon Tanque sendiri mengakui kesulitan menyesuaikan diri dengan sistem taktik pelatih Bojan Hodak dan gaya bermain tim, yang berbeda dengan pengalaman sebelumnya. Penyerang dengan tinggi 1,88 meter ini sempat puasa gol dalam 15 laga awal, hanya mencatatkan dua gol dan satu assist dari 12 pertandingan Super League, memicu rumor evaluasi dan potensi kepindahan pada paruh musim.
Titik balik performa Tanque dimulai dengan gol perdananya untuk Persib saat mengalahkan Borneo FC 3-1. Sejak saat itu, kepercayaan diri sang pemain meningkat pesat, berujung pada gol-gol penting selanjutnya. Pelatih Persib, Bojan Hodak, secara konsisten membela dan memuji etos kerja serta kontribusi Tanque, bahkan saat sang pemain belum produktif. Hodak menegaskan bahwa ia tidak pernah memberikan ultimatum kepada Tanque, meski banyak yang menganggap pernyataannya tentang perombakan skuad ditujukan kepadanya. "Saya tidak pernah mengultimatum apa pun terhadapnya. Dia bermain dengan sangat baik dalam 4-5 pertandingan terakhir," ujar Hodak, seraya menambahkan bahwa kepercayaan diri adalah kunci bagi seorang striker. Hodak juga menyoroti pentingnya kontribusi defensif Tanque, sejalan dengan tuntutan sepak bola modern, di mana penyerang dituntut untuk ikut menekan sejak lini depan.
Kebangkitan Ramon Tanque memiliki implikasi signifikan bagi Persib. Setelah menjuarai Liga 1 musim 2024-2025, Persib memasuki musim 2025-2026 dengan ambisi mempertahankan dominasi dan berprestasi di kancah Asia. Dengan Tanque yang kini "gacor" dan mencetak empat gol di Liga 1, termasuk brace terakhirnya melawan Bhayangkara FC, Persib memiliki senjata tajam yang dapat diandalkan. Ini memberikan variasi serangan dan mengurangi ketergantungan pada penyerang lain seperti Uilliam Barros atau Andrew Jung yang sempat cedera. Kepercayaan diri yang dibangun melalui gol-gol di laga krusial ini tidak hanya menguntungkan Tanque secara individu tetapi juga memperkuat mentalitas tim dalam menghadapi tekanan di papan atas klasemen Liga 1 dan babak gugur ACL Two. Peran adaptasi Tanque mencerminkan bagaimana pemain asing membutuhkan waktu untuk menyatu dengan filosofi pelatih dan atmosfer liga baru, namun dengan dukungan dan kerja keras, mereka dapat menjadi pembeda.