Lorenzo Ungkap Syarat GOAT Marc Marquez: Juara di 3 Pabrikan Berbeda

Mantan juara dunia MotoGP tiga kali, Jorge Lorenzo, melontarkan pandangan tegas mengenai status "Greatest Of All Time" (GOAT) di dunia balap motor, dengan menunjuk Marc Marquez sebagai kandidat tak terbantahkan jika mampu memenangi gelar juara dunia di tiga pabrikan berbeda.
Lorenzo menyatakan bahwa Marquez saat ini telah meraih enam gelar juara dunia di kelas utama bersama Honda dan menambahkan satu lagi bersama Ducati pada musim 2025. Ini menjadikan koleksi gelar premier Marquez sejajar dengan legenda lain seperti Valentino Rossi, yang juga memenangi gelar dengan dua pabrikan berbeda (tiga dengan Honda dan empat dengan Yamaha).
Menurut Lorenzo, keberhasilan Marquez meraih gelar juara dunia MotoGP 2025 bersama Ducati telah menempatkannya di antara tiga pembalap terbaik dalam sejarah, jika bukan yang terbaik, terutama dalam hal bakat dan kecepatan murni. Namun, untuk menghapus segala keraguan dan sepenuhnya mengukuhkan statusnya sebagai GOAT, Marquez ditantang untuk meraih titel bersama pabrikan ketiga, seperti KTM, Aprilia, atau Yamaha.
"Dengan gelar ini, dia menjadi juara dengan dua pabrikan. Tapi jika dia menang dengan pabrikan ketiga, tidak akan ada keraguan lagi. Mereka yang mempertanyakan apakah dia yang terbaik dalam sejarah tidak akan punya alasan untuk membantahnya," ujar Lorenzo. Lorenzo juga memuji kemampuan adaptasi Marquez yang luar biasa terhadap motor apa pun, menyebutnya sebagai tanda pembalap sejati yang cepat, cerdas, dan berani mengambil risiko.
Marc Marquez saat ini masih terikat kontrak dengan tim pabrikan Ducati hingga akhir musim 2026. Namun, dengan adanya perubahan regulasi teknis MotoGP pada tahun 2027, termasuk peralihan ke mesin 850 cc dan pemasok ban baru, masa depan Marquez setelah 2026 masih menjadi tanda tanya. Rumor mengenai kemungkinan kembalinya Marquez ke Honda atau kepindahannya ke pabrikan lain seperti KTM, Aprilia, atau Yamaha untuk musim 2027 dan seterusnya telah beredar.
Marquez sendiri telah mengisyaratkan bahwa ia akan terus membalap di MotoGP 2027 jika ia yakin masih bisa bersaing untuk kemenangan, sebaliknya ia akan mempertimbangkan untuk pensiun. Performa dominannya di musim 2025 bersama Ducati, di mana ia meraih 11 kemenangan Grand Prix dan 15 podium sebelum mengunci gelar juara dunia di Jepang, menunjukkan bahwa Marquez kembali dalam bentuk terbaiknya, bahkan setelah cedera yang memaksanya absen di empat seri terakhir musim tersebut. Mantan manajer KTM, Francesco Guidotti, juga mencatat bahwa Marquez telah mencapai kedewasaan penuh dalam memahami risiko, menjadikannya lebih sulit dikalahkan.