Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Bukti Ketertiban Suporter PSIM di GBK Jadi Amunisi Liga Indonesia Hapus Larangan Away

Admin 01 Dec 2025

Bukti Ketertiban Suporter PSIM di GBK Jadi Amunisi Liga Indonesia Hapus Larangan Away

Ribuan suporter PSIM Yogyakarta, Brajamusti, baru-baru ini menunjukkan kedewasaan dan ketertiban yang patut diacungi jempol saat melawat ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) untuk pertandingan pekan ke-14 Super League 2025/2026 melawan Persija Jakarta pada Jumat, 28 November 2025 malam. Sekitar 5.000 pendukung Laskar Mataram tersebut terpantau memasuki tribune Zona 11B SUGBK dengan tertib.

Kehadiran ribuan suporter PSIM tersebut turut meramaikan momen ulang tahun ke-97 Persija Jakarta. Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, secara khusus memuji atmosfer damai yang tercipta selama pertandingan, mencatat bahwa kedua tim dan para penggemar dapat menikmati jalannya laga tanpa insiden berarti, sesuatu yang seharusnya menjadi standar dalam pertandingan besar kompetisi nasional. Menurut laporan, suporter Persija, The Jakmania, juga menyambut baik kedatangan Brajamusti.

Meskipun perilaku positif suporter PSIM ini menjadi sorotan, regulasi larangan suporter tamu atau "away" di Liga Indonesia, kini dikenal sebagai Indonesia Super League (ISL) atau Super League, dipastikan masih berlaku untuk musim 2025/2026. Larangan ini telah diterapkan selama tiga musim berturut-turut sejak pertengahan musim Liga 1 2022/2023, pasca tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan rekomendasi FIFA yang mendorong transformasi sepak bola Indonesia agar lebih aman dan terstruktur. Thohir mengutip insiden-insiden seperti perusakan mobil dan pelemparan batu ke kereta api oleh oknum suporter pada akhir musim lalu sebagai alasan kuat untuk mempertahankan larangan tersebut.

Di sisi lain, I.League, sebagai operator kompetisi, terus mendorong upaya penghapusan larangan suporter tandang ini. Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menyatakan bahwa pihaknya telah mengajukan proposal kepada pihak kepolisian dan PSSI. Sebelumnya, FIFA bahkan disebut telah memberikan "lampu hijau" untuk kehadiran suporter tamu di musim 2025/2026. Namun, insiden yang terjadi, seperti penggunaan suar (flare), perusakan rumput stadion, dan invasi lapangan oleh oknum suporter Persib saat perayaan juara yang disaksikan delegasi FIFA di Bandung, membuat keputusan tersebut harus ditinjau ulang dan larangan tetap diberlakukan.

Manager Corporate Share Value I.League, Hanif Marjuni, mengakui bahwa larangan suporter away berdampak signifikan terhadap penurunan jumlah penonton di stadion dan menyatakan bahwa keputusan akhir untuk mencabut regulasi ini sepenuhnya berada di tangan PSSI. Dalam upaya meningkatkan animo penonton di tengah regulasi yang ada, I.League kini berfokus menjadikan sepak bola sebagai tontonan keluarga dan telah mendatangkan Takeyuki Oya, mantan petinggi J.League, sebagai General Manager Competition and Operation untuk membantu meningkatkan pengalaman dan kehadiran penonton.