Aprilia Bocorkan Rahasia MotoGP Kini: Skill Pembalap Jauh Lebih Dominan dari Motor

Bos Aprilia Racing, Massimo Rivola, baru-baru ini kembali menegaskan pandangannya mengenai keseimbangan antara kemampuan pebalap dan performa motor di ajang MotoGP. Rivola menyatakan bahwa MotoGP saat ini adalah "70% pebalap, 30% tunggangan", sebuah filosofi yang ia pegang teguh dalam membangun kekuatan timnya.
Pernyataan ini menyoroti keyakinannya yang mendalam terhadap peran krusial seorang pebalap dalam mencapai kesuksesan di kelas utama. Menurut Rivola, meskipun teknologi dan pengembangan motor terus maju, sentuhan dan bakat individu pebalap tetap menjadi faktor penentu utama yang memisahkan pemenang dari yang lain. Hal ini tidak berarti Aprilia mengabaikan pengembangan motor; justru sebaliknya, mereka terus melakukan evolusi signifikan pada RS-GP. Namun, Rivola meyakini bahwa motor yang sangat baik sekalipun tidak akan mampu bersaing di papan atas tanpa pebalap yang memiliki kemampuan luar biasa untuk mengeksploitasi setiap potensi tunggangannya.
Di bawah kepemimpinan Massimo Rivola, yang bergabung dengan Aprilia Racing sebagai CEO pada awal 2019 setelah karir panjang di Formula 1 bersama Scuderia Ferrari dan Scuderia Toro Rosso, tim asal Noale ini memang telah menunjukkan peningkatan performa yang drastis. Kedatangan Rivola memungkinkan Manajer Teknis Romano Albesiano untuk lebih fokus pada perakitan motor yang lebih baik, dengan dukungan anggaran yang lebih besar dari Piaggio Group untuk merekrut insinyur-insinyur terbaik.
Filosofi "70% pebalap" ini terlihat jelas dalam strategi Aprilia. Mereka telah berinvestasi pada pebalap dengan potensi dan kemampuan adaptasi tinggi. Aleix Espargaro, misalnya, disebut oleh Rivola sebagai sosok penting yang berhasil dicegahnya untuk pensiun, dan kini menjadi salah satu kandidat juara dunia dengan Aprilia RS-GP. Baru-baru ini, Aprilia juga menjadikan Marco Bezzecchi sebagai prioritas utama dalam pembicaraan kontrak untuk era 2027, menunjukkan kepercayaan Rivola pada umpan balik dan kontribusi Bezzecchi terhadap pengembangan motor. Bezzecchi berhasil membawa Aprilia meraih musim MotoGP terbaiknya dengan finis ketiga di kejuaraan dunia 2025, tiga kemenangan Grand Prix, dan tiga kemenangan Sprint Race.
Massimo Rivola percaya bahwa kombinasi antara motor RS-GP yang semakin kompetitif — dengan peningkatan signifikan dalam pengereman keras berkat perubahan elektronik dan keunggulan kecepatan di tikungan — serta pebalap yang mampu mengeluarkan potensi maksimal motor, adalah resep kemenangan di MotoGP modern. "Kami punya semua yang dibutuhkan untuk bersaing memperebutkan gelar," ujar Rivola dengan optimisme, mengamati bagaimana RS-GP menjelma menjadi motor menakutkan bagi rivalnya, Ducati. Dengan dua pebalap berbakat, Jorge Martín dan Marco Bezzecchi, Aprilia Racing berambisi menjadi pemimpin, bukan pengikut, dengan tujuan untuk kompetitif di setiap balapan pada musim 2025.