Liverpool: Bek Tengah Januari Harga Mati

Liverpool menghadapi persimpangan jalan krusial di jendela transfer Januari mendatang, dengan kebutuhan mendesak untuk mendatangkan bek tengah baru. Situasi defensif yang genting, diperparah oleh badai cedera dan performa yang inkonsisten, telah memicu peringatan dari para pakar sepak bola bahwa kegagalan untuk bertindak bisa "menggagalkan musim" mereka.
Kekhawatiran di Anfield telah berkembang seiring dengan catatan pertahanan Liverpool. Musim ini, mereka telah kebobolan 18 gol dalam 13 pertandingan, dan hanya mencatatkan dua clean sheet. Jika diperhitungkan delapan pertandingan terakhir musim lalu, total kebobolan mencapai 32 gol dalam 21 pertandingan di semua kompetisi. Angka ini menandai rata-rata kebobolan 1,8 gol per pertandingan, yang merupakan rata-rata terburuk dalam lima musim terakhir, serta peningkatan menjadi 1,4 gol per pertandingan di Premier League dari 1,1 musim lalu.
Mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, secara terang-terangan menyuarakan kekhawatirannya, menyatakan bahwa "Liverpool mungkin hanya tinggal satu cedera lagi di posisi bek tengah dari benar-benar menggagalkan musim ini." Dia juga menambahkan, "Kami perlu mengeluarkan uang pada Januari, kami perlu membeli bek tengah, kami seharusnya sudah membeli bek tengah di musim panas." Pundit lain, Roy Keane, juga mengklaim bahwa masalah pertahanan ini telah menjadi "masalah terbesar" bagi Liverpool sejak akhir musim lalu.
Badai cedera menjadi faktor utama dalam krisis ini. Bek tengah berusia 18 tahun yang baru didatangkan, Giovanni Leoni, mengalami cedera ACL parah pada debutnya di Carabao Cup pada bulan September dan diperkirakan akan absen selama sekitar satu tahun. Ini membuat pelatih Arne Slot hanya memiliki tiga bek tengah senior yang tersedia: Virgil van Dijk, Ibrahima Konaté, dan Joe Gomez.
Situasi Konaté juga menambah kerumitan. Kontraknya akan berakhir pada tahun 2026, dan dengan Real Madrid dikabarkan tertarik, masa depannya di klub masih belum pasti. Konaté sendiri menyatakan akan segera mengumumkan keputusannya. Sementara itu, bek muda Luke Chambers diharapkan kembali dari cedera punggung panjang pada akhir tahun ini, tetapi akan membutuhkan waktu untuk kembali ke kebugaran pertandingan penuh.
Mengingat ambisi Liverpool untuk bersaing di Premier League, Liga Champions, dan kompetisi piala domestik, penambahan pemain di lini belakang menjadi suatu keharusan. Tanpa perkuatan, risiko untuk tidak meraih trofi di akhir musim akan semakin besar.
Beberapa nama telah dikaitkan dengan kepindahan ke Anfield di Januari. Marc Guéhi dari Crystal Palace muncul sebagai target utama. Liverpool nyaris mendapatkan tanda tangannya pada musim panas dengan tawaran £35 juta, tetapi kesepakatan itu gagal di hari terakhir transfer. Guéhi, yang kontraknya akan berakhir musim panas mendatang dan menolak perpanjangan di Palace, kemungkinan besar akan menjadi satu-satunya pemain yang akan diburu klub Inggris pada Januari, karena klub-klub Eropa lainnya mungkin menunggu untuk merekrutnya secara gratis di musim panas.
Selain Guéhi, Ronald Araújo (Barcelona) dan Gonçalo Inácio (Sporting CP) juga disebut-sebut sebagai calon bek tengah yang cocok untuk sistem Arne Slot, dengan Inácio telah lama menjadi target dan dikenal sebagai bek tengah kaki kiri yang modern. Nama-nama lain seperti Joel Ordóñez, Murillo, Castello Lukeba, Konstantinos Koulierakis, dan Dayot Upamecano juga masuk dalam radar.
Dengan posisi Liverpool yang kini merosot ke peringkat kedelapan di liga, delapan poin di belakang pemimpin klasemen Arsenal, keputusan di Januari akan menjadi sangat penting. Kegagalan untuk memperkuat pertahanan sekarang dapat menyebabkan musim yang sulit berlarut-larut, dan dapat menghancurkan harapan Liverpool untuk memenangkan gelar.