Antusiasme Memuncak: Peserta Basket 3x3 Indonesia 2025 Siap Guncang Lapangan

Gelaran basket 3x3 di Indonesia sepanjang tahun 2025 disambut antusias oleh para peserta yang menanti-nanti setiap laga. Semangat kompetisi tinggi terlihat jelas di berbagai ajang, baik skala nasional maupun internasional, yang diselenggarakan di Tanah Air.
Salah satu turnamen utama yang memicu antusiasme adalah Mandiri 3x3 Indonesia Tournament 2025, sebuah kompetisi nasional untuk pemain muda yang memasuki tahun keempatnya. Turnamen ini, yang diinisiasi oleh PT Supersport Sensation (SSS) International bekerja sama dengan PP Perbasi dan Bank Mandiri, telah menjadi wadah penting untuk mengasah kemampuan dan menambah jam terbang para pebasket 3x3. Pelaksanaan turnamen dimulai pada 23 Agustus 2025 dengan Sirkuit Sumatera di Medan, diikuti oleh Sirkuit NTB/Bali pada 6 September 2025, dan Sirkuit Pulau Jawa mulai 20 September 2025 di Yogyakarta, Surabaya, Jabodetabek, dan Bandung, dengan final regional di Jakarta pada 11 Oktober 2025.
Perubahan sistem pertandingan dari fase gugur menjadi sistem grup di babak play-in pada tahun ini memastikan setiap tim bermain minimal tiga kali, bahkan hingga tujuh kali untuk menjadi juara, sehingga memberikan lebih banyak menit bermain dan pengalaman kompetitif yang optimal bagi para peserta. Total hadiah yang diperebutkan juga meningkat menjadi lebih dari Rp200 juta, termasuk kenaikan hadiah prestasi perorangan (MVP) minimal 20 persen. Kategori usia yang dipertandingkan juga semakin lengkap, mencakup KU 12 Mix, KU 15 Putra, KU 18 Putra dan Putri, serta KU 23 Putra dan Putri.
Sejumlah alumni Mandiri 3x3 Indonesia Tournament telah berhasil menembus Tim Nasional 3x3 Indonesia dan bahkan bermain di ajang internasional atau klub profesional IBL. Evelyn Fiyo, Angelica Jennifer Chandra, Christine Aldora Djundawan, Natasya Amelia Putri, Tasya Heru Saputra di sektor putri, serta Jonathan Patrick Alex di sektor putra, adalah beberapa nama yang telah mengharumkan nama bangsa setelah berkompetisi di turnamen ini. Bahkan, turnamen ini dijadikan sarana scouting calon pemain timnas 3x3 Indonesia untuk SEA Games 2025 dan Olimpiade 2028.
Antusiasme juga terasa dari para pemain. Tasya Adila Rahmadani dari Tim Samudra, juara KU 23 Putri tahun lalu, menyatakan harapannya untuk mempertahankan gelar di musim ini dan mengukur kemampuannya. Ia juga menyoroti pentingnya turnamen ini untuk menjaga kemampuan dan mendapatkan sertifikat partisipasi.
Selain turnamen nasional, Indonesia juga sukses menjadi tuan rumah dua ajang bergengsi FIBA 3x3 Challenger Jakarta 2025 dan FIBA 3x3 Women's Series Jakarta 2025, yang dikenal sebagai INASPRO 3x3 Jakarta 2025. Acara yang berlangsung pada 24 hingga 27 Juli 2025 di Plaza Parkir Timur Gelora Bung Karno (GBK) ini dihadiri oleh tim-tim 3x3 papan atas dari seluruh dunia. Indonesia sendiri menurunkan empat tim, yakni Jakarta Mandiri, Batavia Mandiri, dan South Jakarta Inaspro di kategori putra, serta tim Jakarta di kategori putri. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo secara resmi menutup penyelenggaraan final FIBA Inaspro 3x3 Challenger Jakarta 2025, dan menyatakan keyakinannya akan masa depan basket 3x3 Indonesia yang semakin maju, didorong oleh antusiasme pemain, penonton, dan sektor pendukung lainnya.
Mendekati akhir tahun, AZA 3X3 Competition 2025 Banten juga siap memanaskan persaingan mulai 2 Desember 2025. Dengan total 41 tim yang berpartisipasi, meningkat pesat dari musim sebelumnya, kompetisi ini dijamin akan berlangsung sengit. Pada Maret 2025, tim nasional 3x3 putra dan putri Indonesia juga telah berpartisipasi di FIBA 3x3 Asia Cup 2025 di Singapura, menunjukkan keseriusan dalam kancah internasional.
Perkembangan basket 3x3 di Indonesia yang pesat ini diharapkan terus melahirkan talenta-talenta muda berbakat dan semakin mengukuhkan posisi Indonesia di panggung basket 3x3 dunia.