Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Inter Milan: Jejak Sejarah Nerazzurri dan Dominasi di Kancah Eropa

Admin 19 Nov 2025

Inter Milan: Jejak Sejarah Nerazzurri dan Dominasi di Kancah Eropa

Football Club Internazionale Milano, atau yang lebih dikenal sebagai Inter Milan, adalah salah satu pilar utama sepak bola Italia dengan sejarah panjang yang kaya akan prestasi, terutama di kancah Eropa. Didirikan pada 9 Maret 1908, klub ini lahir dari sebuah perpecahan di dalam Milan Cricket and Football Club (sekarang AC Milan) karena keinginan untuk menerima pemain asing tanpa batasan kewarganegaraan. Nama "Internazionale" sendiri mencerminkan semangat inklusivitas tersebut, dan kapten pertama mereka adalah Hernst Marktl yang berkebangsaan Swiss. Sejak awal berdirinya, Inter menunjukkan kualitasnya dengan meraih gelar Scudetto pertama pada tahun 1910, diikuti oleh gelar kedua pada tahun 1920.

Masa keemasan pertama Inter Milan terjadi pada era 1960-an, yang dikenal sebagai "La Grande Inter". Di bawah kepemimpinan pelatih legendaris Helenio Herrera yang tiba pada tahun 1960 dan didukung oleh presiden Angelo Moratti, Inter mengubah wajah sepak bola Eropa. Herrera memodifikasi sistem Catenaccio menjadi lebih pragmatis dan efektif dalam serangan balik. Skuad yang tangguh saat itu diperkuat oleh pemain-pemain ikonik seperti Luis Suárez, Sandro Mazzola, Giacinto Facchetti, Armando Picchi, dan Jair da Costa. La Grande Inter sukses merengkuh dua gelar Piala Eropa (sekarang Liga Champions UEFA) secara berturut-turut. Pada tahun 1964, mereka mengalahkan raksasa Real Madrid 3-1 di final, dengan Sandro Mazzola mencetak dua gol, menjadikannya tim pertama yang memenangkan turnamen tanpa kekalahan. Setahun kemudian, pada tahun 1965, mereka kembali mengangkat trofi dengan menundukkan Benfica 1-0 di final. Selain itu, Inter juga memenangkan dua Piala Interkontinental pada tahun 1964 dan 1965, mengukuhkan dominasi mereka di panggung dunia.

Dekade 1990-an juga menjadi periode sukses bagi Inter di kompetisi Eropa tingkat kedua. Nerazzurri berhasil memenangkan Piala UEFA (sekarang Liga Europa UEFA) sebanyak tiga kali, yaitu pada musim 1990–91, 1993–94, dan 1997–98. Pemain bintang seperti Lothar Matthäus pada tahun 1991, Dennis Bergkamp pada tahun 1994, dan Ronaldo di akhir 90-an, turut berperan penting dalam kesuksesan ini.

Puncak kejayaan Eropa Inter Milan kembali terjadi pada musim 2009-2010 di bawah arahan pelatih karismatik José Mourinho dan presiden Massimo Moratti. Musim itu, Inter mencatat sejarah sebagai satu-satunya klub Italia yang berhasil meraih Treble Winners, yaitu menjuarai Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions UEFA dalam satu musim. Di final Liga Champions, Inter mengalahkan Bayern Munich 2-0, dengan kedua gol dicetak oleh pahlawan Argentina, Diego Milito. Skuad treble tersebut diperkuat oleh nama-nama besar seperti Wesley Sneijder, Samuel Eto'o, Javier Zanetti, Julio Cesar, Maicon, Lucio, dan Walter Samuel. Pada tahun yang sama, Inter juga menambah koleksi trofi internasionalnya dengan memenangkan Piala Dunia Antarklub FIFA 2010.

Secara keseluruhan, Inter Milan telah mengoleksi enam gelar Eropa, terdiri dari tiga gelar Liga Champions UEFA (1964, 1965, 2010) dan tiga gelar Piala UEFA (1991, 1994, 1998). Ditambah dengan dua Piala Interkontinental dan satu Piala Dunia Antarklub FIFA, total Inter memiliki sembilan gelar internasional yang bergengsi. Inter Milan juga memegang rekor sebagai satu-satunya klub Italia yang tidak pernah terdegradasi dari Serie A sejak liga dibentuk. Klub ini memainkan pertandingan kandangnya di Stadion San Siro, yang secara resmi dikenal sebagai Stadio Giuseppe Meazza, berbagi markas dengan rival sekota, AC Milan. Perjalanan panjang Nerazzurri di kancah domestik dan Eropa telah menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola, menjadikannya salah satu klub paling ikonik dan berprestasi di dunia.