Magis Rabiot di Milan: Akankah Kembali Jadi Momok Inter?

Gelandang Prancis Adrien Rabiot telah muncul sebagai figur kunci bagi AC Milan sejak kedatangannya pada 1 September 2025, dan kini ia diharapkan menjadi "jimat" yang dapat kembali menundukkan rival sekota, Inter Milan, dalam derby yang sangat dinantikan. Bergabung dengan Rossoneri dari Olympique Marseille dalam kesepakatan senilai €10 juta, Rabiot menandatangani kontrak empat tahun dan dengan cepat bersatu kembali dengan mantan pelatihnya di Juventus, Massimiliano Allegri, yang kini memimpin Milan.
Dampak Rabiot di lini tengah Milan telah terasa signifikan. Ia dianggap sebagai rekrutan musim panas paling berguna bagi Milan. Absensinya akibat cedera betis kiri, yang dideritanya pada awal Oktober saat bertugas internasional, sangat memengaruhi performa tim. Selama Rabiot menepi sebulan lebih, rata-rata poin per pertandingan Milan turun dari 2,6 menjadi 1,8, dan tim kebobolan lebih banyak gol dibandingkan saat ia bermain. Hal ini menggarisbawahi perannya yang krusial dalam menyeimbangkan lini tengah tim.
Kabar baiknya bagi para penggemar Rossoneri, Rabiot telah pulih sepenuhnya dari cederanya dan dijadwalkan kembali berlatih penuh pada minggu ini. Ia diperkirakan akan masuk dalam skuad untuk Derby della Madonnina yang akan datang melawan Inter Milan pada 23 November 2025. Meskipun kemungkinan besar ia belum akan menjadi starter dan integrasinya akan dilakukan secara bertahap, kehadirannya di bangku cadangan sudah cukup meningkatkan moral tim.
Derby Milan selalu menjadi pertandingan yang memanas, dan kali ini tidak berbeda. Inter saat ini memimpin klasemen Serie A, sementara AC Milan berada di posisi ketiga. Pertemuan terakhir mereka di Serie A pada 22 September 2024, menyaksikan Milan meraih kemenangan 2-1 atas Inter. Namun, pada saat itu Rabiot belum berseragam Milan. Pertemuan sebelumnya pada 2 Februari 2025, berakhir imbang 1-1.
Dengan rekam jejak Rabiot di Serie A dari masanya bersama Juventus (2019-2024), di mana ia membuat 157 penampilan liga dan mencetak 18 gol, ditambah pengalamannya di level tertinggi, diharapkan ia dapat memberikan dimensi baru bagi Milan. Meskipun ia baru mencatatkan satu assist dalam lima penampilan untuk Milan musim ini, kontribusinya dalam membangun permainan dan menjaga keseimbangan taktis dianggap tak ternilai.
Kembalinya Rabiot untuk derby tidak hanya menawarkan opsi taktis yang lebih kaya bagi Allegri, tetapi juga menjadi suntikan semangat signifikan bagi Milan. Harapan besar kini berada di pundak gelandang berusia 30 tahun ini untuk kembali menunjukkan kualitasnya dan membantu Rossoneri mengamankan hasil positif melawan rival abadi mereka.