Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Paqueta: Mengapa Semua Mata Kini Tertuju Padanya?

Admin 02 Dec 2025

Paqueta: Mengapa Semua Mata Kini Tertuju Padanya?

Lucas Paqueta, gelandang serang West Ham United, telah melewati periode penuh gejolak dalam kariernya di Liga Primer Inggris, menghadapi tuduhan serius yang kini sebagian besar telah diselesaikan, namun menyisakan dampak emosional yang mendalam. Kisah Paqueta telah menjadi narasi yang kompleks, menampilkan perjuangan hukum, karier yang terhenti, dan pertarungan pribadi melawan tekanan.

Pada Mei 2024, Asosiasi Sepak Bola (FA) mendakwa Paqueta dengan empat tuduhan pengaturan skor, menuduhnya sengaja mencari kartu kuning dalam empat pertandingan Liga Primer—melawan Leicester City (November 2022), Aston Villa (Maret 2023), Leeds United (Mei 2023), dan Bournemouth (Agustus 2023)—untuk memanipulasi pasar taruhan. Tuduhan ini, jika terbukti, bisa berujung pada larangan seumur hidup dari sepak bola. Investigasi yang berlangsung hampir dua tahun ini sempat menggagalkan potensi transfer senilai 85 juta poundsterling ke Manchester City pada Agustus 2023, memberikan pukulan telak bagi sang pemain.

Namun, pada Juli 2025, sebuah komisi regulasi independen memberikan kabar baik bagi Paqueta. Komisi tersebut menyatakan empat tuduhan pengaturan skor tidak terbukti, mengakhiri ancaman larangan bermain seumur hidup yang menghantuinya. Paqueta sendiri secara konsisten membantah semua tuduhan sejak awal. Meskipun demikian, komisi menemukan Paqueta bersalah atas dua pelanggaran Aturan FA F3, yaitu kegagalan untuk sepenuhnya bekerja sama dengan penyelidikan dengan tidak memberikan informasi atau menjawab pertanyaan yang diperlukan. Sebagai sanksi, pada November 2025, ia menerima teguran dan peringatan tentang perilaku di masa depan, tanpa ada suspensi atau denda signifikan yang dijatuhkan.

Meskipun telah dibersihkan dari tuduhan utama, dampak emosional dari cobaan berat ini masih terasa. Manajer West Ham, Nuno Espirito Santo, menyatakan bahwa Paqueta masih "menderita," "kecewa," dan "marah" akibat investigasi tersebut, menegaskan bahwa sang pemain "tidak baik-baik saja."

Kondisi emosional ini mungkin tercermin dalam insiden baru-baru ini di lapangan. Paqueta menerima kartu merah setelah mendapatkan dua kartu kuning cepat karena perbedaan pendapat (dissent) saat melawan Liverpool di Liga Primer. Setelah pertandingan, Paqueta mengkritik FA di media sosial, menuduh federasi gagal memberikan "dukungan psikologis" selama investigasi dua tahun. Ia menulis bahwa "konyol rasanya memiliki hidup dan karier yang terpengaruh selama dua tahun tanpa dukungan psikologis apa pun dari federasi." West Ham United sendiri telah menyatakan dukungan penuh kepada Paqueta sepanjang proses ini dan kini berencana menawarkan bantuan psikologis untuk membantunya mengatasi tekanan.

Terlepas dari tantangan di luar lapangan, Paqueta tetap menjadi sosok kunci bagi West Ham. Musim ini ia telah mencetak empat gol di semua kompetisi, meskipun belum menyumbangkan assist sejak Maret 2024. Ia juga terpilih sebagai Pemain Terbaik dalam pertandingan melawan Newcastle pada November 2024, menunjukkan sekilas kualitasnya yang tak terbantahkan.

Kasus Lucas Paqueta menjadi pengingat akan tekanan luar biasa yang dihadapi oleh pemain sepak bola, terutama ketika berhadapan dengan tuduhan serius. Meskipun kini telah dibersihkan dari tuduhan pengaturan skor, perjalanan Paqueta menegaskan bahwa dampak psikologis dan emosional dari proses semacam itu dapat bertahan jauh lebih lama daripada keputusan hukum itu sendiri.