Amorim Buka Suara soal Satu

Sejak kedatangannya dengan nilai transfer fantastis £62,5 juta dari Wolverhampton Wanderers pada musim panas 2025, penyerang Manchester United, Matheus Cunha, masih menunjukkan adaptasi yang berjalan lambat di Old Trafford. Pemain internasional Brasil berusia 25 tahun itu baru mencetak satu gol dalam 11 penampilannya di Liga Primer musim ini, sebuah angka yang jauh berbeda dari 15 golnya dalam 33 pertandingan liga musim sebelumnya. Gol semata wayangnya di Liga Primer musim ini tercipta saat kemenangan 4-2 Manchester United atas Brighton pada bulan Oktober.
Manajer Manchester United, Ruben Amorim, tidak menaruh beban berlebihan pada Cunha untuk mencetak banyak gol. Amorim menegaskan bahwa peran Cunha bagi tim jauh lebih penting, baik secara defensif maupun ofensif. "Pengaruhnya kepada tim sangat penting, baik secara defensif maupun ofensif," tegas Amorim.
Dalam konferensi pers, Amorim memberikan penilaian jujur mengenai performa penyerangnya tersebut. Ia mengakui bahwa Cunha, yang absen dalam dua pertandingan terakhir karena cedera kepala namun diperkirakan kembali saat melawan West Ham, masih memiliki "banyak ruang untuk berkembang" dan "level yang lebih tinggi" untuk dicapai. Amorim juga menyebut bahwa Cunha sempat kesulitan dan "terlalu memikirkan angka-angka" gol akibat tekanan dari pandangan di media sosial. Namun, sang manajer optimistis bahwa Cunha akan segera "subur gol" karena etos kerjanya yang keras. Ia menambahkan bahwa Cunha sejauh ini bekerja dengan baik dan selalu berusaha untuk mencetak gol atau memberikan assist, serta selalu bermain maksimal.
Meskipun minim gol, statistik menunjukkan kontribusi Cunha di area lain. Ia telah menciptakan peluang terbanyak ketiga di tim dengan 10 peluang, dan menjadi pemain dengan dribel terbanyak kedua (15), di belakang Amad Diallo (34 dribel). Gaya bermainnya yang penuh flair bahkan kerap dibandingkan dengan legenda klub, Eric Cantona. Amorim juga memuji "aura" Cunha yang mampu memengaruhi lawan di lapangan.
Menjelang laga krusial, Amorim menantang Cunha untuk meningkatkan permainannya dan tidak terlalu terpengaruh oleh kritik media sosial. "Dia kini berada di klub yang berbeda, tekanan berbeda, dan level berbeda," ungkap Amorim. Ia menyimpulkan bahwa Cunha harus lebih rileks di lapangan dan masih memiliki banyak hal untuk dikembangkan, baik secara ofensif maupun defensif.