Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Fenomena Muslim di Puncak UFC

Admin 21 Nov 2025

Fenomena Muslim di Puncak UFC

Dalam dunia seni bela diri campuran (MMA), khususnya di Ultimate Fighting Championship (UFC), terjadi tren yang semakin menonjolkan dominasi petarung Muslim di berbagai divisi. Fenomena ini didorong oleh kombinasi disiplin yang kuat, ketahanan fisik luar biasa, dan gaya bertarung yang mengandalkan kontrol penuh atas lawan, seringkali berakar pada tradisi gulat yang mendalam.

Khabib Nurmagomedov, mantan Juara Kelas Ringan UFC yang tak terkalahkan dengan rekor sempurna 29-0, secara luas dianggap sebagai pionir yang membuka jalan bagi banyak petarung Muslim, khususnya dari Dagestan, Rusia. Setelah pensiun pada tahun 2020, warisannya terus berlanjut, menginspirasi generasi baru atlet.

Saat ini, Islam Makhachev menjadi sorotan utama. Pada 15 November 2025, ia membuat sejarah di UFC 322 dengan mengalahkan Jack Della Maddalena melalui keputusan mutlak untuk merebut gelar Juara Kelas Welter UFC, sekaligus menjadi juara dua divisi ke-11 dalam sejarah UFC. Kemenangan ini juga memperpanjang rekor kemenangan beruntunnya menjadi 16, menyamai catatan legendaris Anderson Silva sebagai kemenangan beruntun terpanjang di UFC. Sebagai mantan Juara Kelas Ringan UFC, Makhachev memegang beberapa rekor divisi tersebut, termasuk 14 kemenangan beruntun terpanjang, 5 kemenangan perebutan gelar, dan 4 pertahanan gelar yang sukses. Per 18 November 2025, ia menduduki peringkat #1 dalam daftar petarung pound-for-pound pria UFC.

Selain Makhachev, beberapa petarung Muslim lainnya juga menorehkan prestasi gemilang di UFC. Belal Muhammad, yang pernah menjadi Juara Kelas Welter UFC, meraih sabuk tersebut pada 27 Juli 2024, di UFC 304 setelah mengalahkan Leon Edwards dengan keputusan mutlak, menjadikannya juara UFC pertama keturunan Palestina. Ia kemudian kehilangan gelarnya pada 10 Mei 2025, di UFC 315. Per 18 November 2025, Muhammad berada di peringkat #2 dalam peringkat kelas welter UFC.

Shavkat Rakhmonov, petarung kelas welter asal Kazakhstan, mempertahankan rekor tak terkalahkannya yang impresif dengan 19 kemenangan dan tanpa kekalahan, di mana 18 di antaranya diraih dengan penyelesaian. Per 18 November 2025, Rakhmonov menempati peringkat #4 di divisi kelas welter. Kamaru Usman, mantan Juara Kelas Welter UFC asal Nigeria-Amerika yang juga seorang Muslim, memegang gelar tersebut dari Maret 2019 dan berhasil mempertahankannya sebanyak enam kali. Ia memiliki rekor profesional 21-4-0 dan saat ini berada di peringkat #8 dalam peringkat kelas welter UFC.

Para analis dan petarung sendiri seringkali mengaitkan keberhasilan ini dengan gaya hidup yang disiplin dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam ajaran Islam. Belal Muhammad, misalnya, menyatakan bahwa pembatasan agama seperti menjauhi konsumsi daging babi, alkohol, dan perjudian secara alami mendorong gaya hidup yang lebih sehat dan terfokus, menghilangkan kebiasaan buruk yang dapat menghambat performa atlet. Disiplin diri yang tertanam sejak usia muda, rasa tanggung jawab, dan komitmen yang kuat dianggap sebagai faktor kunci yang sangat sesuai dengan tuntutan olahraga tempur. Wilayah seperti Dagestan juga dikenal sebagai pusat yang menghasilkan pegulat elit, berkontribusi pada dominasi dalam aspek gulat di MMA.