Indonesia Genjot Empat Tim Menuju FIBA 3x3 Jakarta 2025

Indonesia telah menyiapkan empat tim untuk berkompetisi dalam gelaran FIBA 3x3 Jakarta 2025, sebuah ajang internasional yang mencakup FIBA 3x3 Challenger Jakarta 2025 untuk putra dan FIBA 3x3 Women's Series Jakarta 2025 untuk putri. Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari Inaspro 3X3 Jakarta 2025. Kompetisi putri berlangsung pada 24 dan 25 Juli 2025, sementara kompetisi putra digelar pada 26 dan 27 Juli 2025, keduanya bertempat di Plaza Timur Gelora Bung Karno.
Empat tim perwakilan Indonesia tersebut terdiri dari tiga tim putra dan satu tim putri. Tim putra diwakili oleh Jakarta Mandiri, Batavia Mandiri, dan South Jakarta Inaspro, sedangkan tim putri diperkuat oleh tim Jakarta. Anthony Gunawan, Head of Tournament Operation Inaspro 3X3 Series, menyatakan bahwa ajang ini merupakan kesempatan emas bagi para pemain 3x3 Indonesia untuk mengumpulkan pengalaman berharga.
Penyelenggaraan FIBA 3x3 Jakarta 2025 ini menandai momen bersejarah bagi Indonesia, khususnya Jakarta, karena untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah kejuaraan dunia basket 3x3 putri yang merupakan agenda resmi Federasi Bola Basket Internasional (FIBA). Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menggarisbawahi bahwa acara ini adalah bagian dari strategi dan komitmen Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mendorong Tim Nasional Basket 3x3 Indonesia agar mampu lolos ke Olimpiade Los Angeles 2028. Kemenpora, melalui Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK)/Inaspro, terlibat langsung dalam penyelenggaraan kejuaraan ini, bekerja sama dengan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI). Turnamen ini direncanakan akan terus diselenggarakan di Indonesia selama empat tahun ke depan.
Sebanyak 32 negara turut serta dalam dua event tersebut. Dalam kategori putra, tim-tim kuat seperti Miami (Amerika Serikat), Riffa (Bahrain), Hangzhou (Tiongkok), Utrecht (Belanda), Marijampole (Lithuania), Barcelona (Spanyol), Lugano (Swiss), Taipei WanBao (Tionghoa Taipei), Mataro (Spanyol), Manila (Filipina), Bucharest Stinta (Rumania), dan Siliguri IB3L (India) ikut meramaikan kompetisi Challenger. Sementara itu, di kategori putri, tim-tim elit dunia seperti Spanyol, Australia, Ulaanbaatar Amazons (Mongolia), Christchurch (Selandia Baru), Singapura, Uganda, Filipina, Amerika Serikat, Bonn Basketers (Jerman), Jepang, Thailand, Orleans (Prancis), Puerto Riko, Mongolia, dan Rumania juga berpartisipasi.
Pertandingan 3x3 dimainkan dalam durasi 10 menit dengan shot clock 12 detik, dan tim pertama yang mencapai 21 poin dinyatakan sebagai pemenang, atau tim dengan skor tertinggi setelah 10 menit. Poin dihitung satu untuk tembakan dari dalam area busur dan dua untuk tembakan dari luar area busur. Manajer tim Alvin Indra juga menyebutkan pentingnya pengalaman ini untuk persiapan menuju SEA Games 2025 di akhir tahun.