Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Duet Van Dijk-Konate Loyo, Benteng Liverpool Ambruk Dihajar Lawan

Admin 27 Nov 2025

Duet Van Dijk-Konate Loyo, Benteng Liverpool Ambruk Dihajar Lawan

Krisis pertahanan Liverpool di bawah asuhan pelatih Arne Slot telah mencapai titik nadir di Liga Inggris musim 2025/2026, dengan duet bek tengah Virgil van Dijk dan Ibrahima Konaté menjadi sorotan utama atas performa yang dianggap lamban dan rapuh. The Reds, yang baru saja menjuarai Liga Primer enam bulan lalu, kini telah menjadi bulan-bulanan lawan, kebobolan 34 gol dalam 20 pertandingan di semua kompetisi, angka yang lebih tinggi dari beberapa tim yang berjuang di zona degradasi.

Dalam beberapa pekan terakhir, pertahanan Liverpool menunjukkan kerapuhan yang mengkhawatirkan. Mereka telah kebobolan 10 gol dalam tiga pertandingan terakhir, dan total 21 gol dalam 14 pertandingan musim ini. Puncaknya adalah kekalahan telak 4-1 dari PSV Eindhoven di Liga Champions, yang merupakan kekalahan kesembilan mereka dalam 12 pertandingan di semua kompetisi. Di Liga Primer, Liverpool saat ini berada di peringkat ke-12 dengan 18 poin dari 12 pertandingan, setelah kebobolan 20 gol.

Kritik tajam telah dilontarkan kepada Virgil van Dijk dan Ibrahima Konaté. Mantan gelandang Inggris Joe Cole secara terang-terangan menyebut pertahanan mereka "mengerikan" setelah kekalahan 3-2 dari Brentford, khususnya menyoroti gol yang dicetak lawan. Ashley Williams juga mengkritik Konaté karena tidak bereaksi cepat dan Van Dijk karena tidak berlari kembali untuk menghentikan gol di laga tersebut. Mantan manajer Newcastle United, Alan Pardew, bahkan berpendapat bahwa Van Dijk dan Konaté "terlihat seperti sedang bertengkar" di lapangan karena kurangnya komunikasi dan koordinasi mereka.

Performa individu Van Dijk, yang pernah dipuja sebagai bek tengah paling dominan di Liga Primer, disebut mengalami penurunan, memengaruhi kemampuannya untuk mengorganisir lini belakang. Ia bahkan melakukan kesalahan fatal dengan handball yang berujung penalti saat melawan PSV. Sementara itu, Konaté juga kesulitan dalam penguasaan bola dan pengambilan keputusan. Ia dikritik karena salah mengantisipasi bola yang berujung gol bagi PSV, dan performa serta kebugarannya menjadi perhatian, terlihat "goyah dan lamban" sejak kembali dari cedera lutut pada Januari lalu.

Liverpool kini sangat rentan terhadap serangan balik dan bola mati. Para analis mencatat bahwa lawan-lawan sering mengeksploitasi ruang kosong, terutama di sisi lapangan dan melalui serangan balik cepat. Mereka juga menunjukkan kelemahan yang mencolok dalam menghadapi bola-bola panjang ke dalam kotak penalti dari tendangan sudut dan tendangan bebas. Pola kebobolan gol-gol telat juga menjadi masalah berulang, dengan delapan gol kebobolan setelah menit ke-75 yang terbukti krusial dalam kekalahan.

Situasi ini sangat membingungkan mengingat Liverpool baru saja memenangkan gelar Liga Primer enam bulan lalu di musim pertama Arne Slot, yang juga mencatatkan pengeluaran besar di bursa transfer musim panas dengan memecahkan rekor transfer Liga Primer. Namun, pertahanan yang disebut "kacau balau" ini mengancam ambisi mereka untuk mempertahankan gelar dan memicu pertanyaan serius tentang arah tim di bawah kepemimpinan Arne Slot. Perbaikan mendesak di lini pertahanan menjadi prioritas utama bagi pelatih asal Belanda itu.