Erik ten Hag: Kekeliruan Paling Mahal Bayer Leverkusen

Erik ten Hag baru-baru ini mengalami masa jabatan yang sangat singkat dan penuh gejolak sebagai pelatih kepala Bayer Leverkusen, sebuah periode yang kini banyak disebut sebagai salah satu kesalahan terbesar dalam sejarah manajerial klub Jerman tersebut. Ditunjuk pada tanggal 26 Mei 2025, setelah kepergian Xabi Alonso ke Real Madrid, harapan besar menyertai kedatangan Ten Hag, namun realitasnya jauh dari ekspektasi.
Mantan manajer Manchester United itu hanya bertahan tiga pertandingan resmi—satu kemenangan di Piala Jerman, satu hasil imbang, dan satu kekalahan di liga—sebelum dipecat pada awal September 2025. Keputusan mendadak ini mengejutkan banyak pihak, meskipun laporan dari dalam klub menunjukkan adanya masalah mendasar sejak awal.
Sumber-sumber terdekat klub mengindikasikan bahwa Ten Hag menerapkan taktik yang tidak lazim, seperti memprioritaskan latihan push-up daripada sesi lari dan umpan. Selain itu, ia dilaporkan sering berselisih dengan manajemen mengenai transfer pemain, dengan dugaan hanya merekomendasikan pemain dari agensinya sendiri. Fernando Carro, CEO Bayer Leverkusen, menyatakan bahwa perpisahan pada tahap awal musim ini memang menyakitkan tetapi perlu. Direktur olahraga Simon Rolfes menambahkan bahwa beberapa minggu terakhir menunjukkan bahwa membangun tim yang baru dan sukses dengan susunan seperti itu tidak mungkin dilakukan.
Penunjukkan Ten Hag terjadi setelah Bayer Leverkusen meraih musim 2024-2025 yang luar biasa di bawah Xabi Alonso, di mana mereka finis di posisi kedua Bundesliga dengan 69 poin (19 kemenangan, 12 seri, 3 kekalahan) dan lolos ke Liga Champions 2025-2026. Namun, Ten Hag mewarisi skuad yang kehilangan sejumlah pemain kunci setelah eksodus musim panas, termasuk Florian Wirtz, Jeremie Frimpong, Amine Adli, Jonathan Tah, dan Granit Xhaka. Ia sendiri mengakui bahwa ia bukan pesulap dan memerlukan waktu untuk membangun kembali tim, sebuah pernyataan yang sebelumnya juga ia gunakan saat di Manchester United.
Pernyataan dari manajemen klub, khususnya dari Rolfes dan Carro, mencerminkan bahwa mereka merasa Ten Hag tidak memiliki visi yang jelas untuk tim. Kurangnya kepercayaan, gaya komunikasi, dan empati Ten Hag juga disebut-sebut menjadi faktor dalam keputusan cepat tersebut.
Setelah pemecatan yang "belum pernah terjadi sebelumnya" ini, Bayer Leverkusen dengan sigap menunjuk Kasper Hjulmand sebagai pelatih kepala baru pada tanggal 8 September 2025. Hjulmand, mantan pelatih tim nasional Denmark, langsung memimpin timnya meraih kemenangan 3-1 atas Eintracht Frankfurt dalam pertandingan pertamanya pada 12 September. Kini, dengan Hjulmand di pucuk pimpinan, Leverkusen berharap dapat menstabilkan kembali kapal mereka dan memenuhi ambisi tinggi di Bundesliga, DFB-Pokal, dan Liga Champions.