Oklahoma City Thunder Mengukir Sejarah, Raih Gelar Juara NBA 2024/25

Oklahoma City Thunder akhirnya mengukir sejarah, meraih gelar juara NBA musim 2024/25 setelah mengalahkan Indiana Pacers dalam seri Final yang mendebarkan selama tujuh pertandingan. Kemenangan ini menandai kejuaraan NBA pertama bagi franchise Thunder sejak kepindahan mereka ke Oklahoma City pada tahun 2008, dan yang kedua dalam sejarah franchise, termasuk gelar sebagai Seattle SuperSonics pada tahun 1979.
Pertandingan penentu Game 7 berlangsung sengit di Paycom Centre, Oklahoma City, pada 22 Juni 2025, dengan Thunder mengamankan kemenangan 103-91 atas Pacers. Bintang Thunder, Shai Gilgeous-Alexander, tampil dominan sepanjang seri dan dianugerahi gelar NBA Finals Most Valuable Player (MVP) atas penampilan gemilangnya. Gilgeous-Alexander menutup musim MVP-nya dengan 29 poin dan 12 assist di Game 7.
Perjalanan Thunder menuju gelar juara dimulai dengan musim reguler yang luar biasa, di mana mereka mencatat rekor franchise terbaik dengan 68 kemenangan dan 14 kekalahan. Rekor ini tidak hanya menempatkan mereka sebagai unggulan teratas di Wilayah Barat untuk tahun kedua berturut-turut, tetapi juga mencatatkan selisih poin rata-rata 12,9 poin per game, memecahkan rekor yang telah bertahan lebih dari setengah abad. Tim muda yang dilatih oleh Mark Daigneault ini menunjukkan kematangan luar biasa dan dominasi di kedua sisi lapangan.
Di babak playoff, Thunder menyapu bersih Memphis Grizzlies di putaran pertama. Mereka kemudian menghadapi ujian berat melawan veteran Denver Nuggets di semifinal Wilayah Barat, yang berhasil mereka atasi dalam tujuh pertandingan. Thunder melaju ke Final Wilayah Barat, di mana mereka mengalahkan Minnesota Timberwolves dalam lima pertandingan untuk mengamankan tempat di NBA Finals.
Seri Final melawan Indiana Pacers, juara Wilayah Timur, adalah tontonan yang memukau. Pacers, yang dikenal dengan serangan cepat dan akurasi tembakan mereka, memberikan perlawanan yang gigih. Namun, Thunder terbukti terlalu kuat. Game 7 sendiri diwarnai oleh insiden yang mengubah permainan ketika bintang Pacers, Tyrese Haliburton, mengalami cedera Achilles tendon di kuarter pertama. Meskipun demikian, Pacers berhasil memimpin 48-47 di paruh pertama, namun Thunder bangkit di kuarter ketiga, mencetak 34-20 untuk membangun keunggulan 13 poin dan mendominasi sisa pertandingan.
Selain Gilgeous-Alexander, kontribusi penting datang dari Jalen Williams yang mencetak 20 poin di Game 7, dan Chet Holmgren dengan 18 poin. Kemenangan ini menutup musim yang luar biasa bagi Thunder, di mana mereka mencatat total 84 kemenangan (termasuk playoff), menyamai rekor Chicago Bulls musim 1996-97 sebagai tim ketiga dengan kemenangan terbanyak dalam satu musim NBA. Pencapaian ini menandai era baru bagi Oklahoma City Thunder, menegaskan posisi mereka sebagai kekuatan dominan di liga dan membawa kegembiraan yang telah lama dinantikan bagi para penggemar.