Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Timnas Basket 3x3 RI: Refleksi Kekalahan Manila Demi Strategi Juara

Admin 23 Nov 2025

Timnas Basket 3x3 RI: Refleksi Kekalahan Manila Demi Strategi Juara

Tim nasional bola basket 3x3 putra Indonesia telah memetik pelajaran berharga dari dua kekalahan yang dialami dalam ajang Manila Challenger 2025, yang berlangsung di Filipina pada 20-21 September. Timnas, yang berkompetisi dengan nama "East Jakarta", gagal melaju ke babak perempat final setelah menelan dua kekalahan di babak kualifikasi Grup B.

Dalam turnamen yang diikuti oleh 15 peserta dari berbagai negara ini, Timnas Indonesia diperkuat oleh empat pemain, yaitu Nickson Damara Gosal, Sandy Ibrahim, Surliyadin Itun, dan Diftha Pratama. Mereka menghadapi tantangan berat di Grup B, di mana mereka kalah telak 8-21 dari Shanghai China dan kemudian menyerah 16-21 dari SG Marina Bay Jumpshot Singapura. Hasil ini menempatkan "East Jakarta" di posisi ketiga dalam klasemen akhir Qualifying Draw B dan menempatkan Indonesia di peringkat ke-14 secara keseluruhan.

Pelatih Timnas Basket 3x3 Indonesia, Fandi Andika Ramadhani, menegaskan bahwa ajang Manila Challenger ini menjadi sarana pembelajaran penting bagi timnya. Menurut Fandi, meskipun para pemain memiliki pengalaman sebelumnya dalam basket 3x3, format dan intensitas permainan saat ini telah banyak berubah dibandingkan beberapa tahun lalu. Para pemain juga menjadikan turnamen ini sebagai ajang evaluasi mengingat Manila Challenger diikuti oleh tim-tim kuat dari berbagai negara seperti Serbia, China, Jerman, Swiss, Taiwan, Singapura, Filipina, Belanda, dan Brunei. Hal ini berbeda dengan komposisi tim-tim di SEA Games yang hanya melibatkan negara-negara Asia Tenggara.

Manila Challenger 2025 merupakan persiapan vital bagi Timnas 3x3 putra Indonesia menjelang SEA Games mendatang. Pada edisi SEA Games sebelumnya, Timnas 3x3 putra juga sempat mengalami dua kekalahan dari tiga pertandingan di babak penyisihan, yaitu dari Filipina (11-21) dan Vietnam (18-21), dengan satu-satunya kemenangan diraih atas Laos (22-11). Pengalaman di Manila diharapkan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan performa dan adaptasi tim terhadap perkembangan basket 3x3 modern.