Jay Idzes: Valuasi Fantastis, Kini Pemain 10 Juta Euro

Bek tengah tim nasional Indonesia, Jay Idzes, telah mengukuhkan statusnya sebagai salah satu properti paling berharga di Liga Italia, dengan nilai pasar yang meroket hingga mencapai angka 10 juta Euro. Peningkatan valuasi signifikan ini menyusul kepindahannya ke Sassuolo pada Agustus 2025 dari Venezia, dalam kesepakatan transfer senilai 8 juta Euro ditambah bonus, sebuah rekor bagi pemain Asia Tenggara. Kesepakatan keseluruhan yang membawa Idzes dan gelandang Fali Candé ke Sassuolo dilaporkan melebihi 10 juta Euro.
Lonjakan nilai pasar Idzes, yang kini berusia 25 tahun, mencerminkan performa konsistennya di kompetisi Serie A. Berdasarkan data terbaru dari Transfermarkt per 23 Desember 2025, nilai pasar sang bek sentral telah menembus 10 juta Euro, sebuah kenaikan signifikan dari estimasi sebelumnya. Sementara itu, FootballTransfers menaksir nilai transfernya saat ini berada di kisaran 7,9 juta hingga 10,6 juta Euro.
Perjalanan Idzes di Italia dimulai pada tahun 2023 ketika ia bergabung dengan Venezia. Ia dengan cepat menjadi figur sentral dalam skuad, memainkan peran krusial dalam keberhasilan promosi Venezia ke Serie A pada musim 2023/24, dengan mencetak tiga gol di Serie B. Pada musim debutnya di Serie A 2024/25, Idzes mencatatkan 36 penampilan dan menorehkan dua gol, menjadikannya pemain Indonesia pertama yang mencetak gol di kasta tertinggi Liga Italia. Konsistensi ini menarik perhatian klub-klub Serie A lainnya, termasuk Udinese, Genoa, dan Torino, sebelum akhirnya Sassuolo mengamankan jasanya dengan kontrak hingga Juni 2029.
Sejak bergabung dengan Sassuolo pada Agustus 2025, Idzes terus menunjukkan kualitasnya. Pada musim 2025/2026, ia telah tampil sebanyak 15 kali di Serie A, bermain selama 1.350 menit. Statistik pertahanannya menunjukkan rata-rata 0,93 tekel dan 1,00 intersep per 90 menit, serta sekitar 5,43 sapuan per 90 menit. Peran utamanya sebagai bek tengah, dengan kemampuan tambahan sebagai gelandang bertahan, menjadikannya aset berharga di lini belakang.
Valuasi pemain di pasar transfer modern ditentukan oleh berbagai faktor, termasuk usia, posisi bermain, performa di lapangan (gol, assist, menit bermain), durasi kontrak, serta potensi pemasaran dan kehadiran media. Pada kasus Idzes, statusnya sebagai kapten tim nasional Indonesia turut meningkatkan nilai komersial dan daya tariknya di panggung sepak bola global. Kenaikan nilai pasar yang fantastis ini merupakan apresiasi atas kemampuannya bersaing dengan penyerang-penyerang top dunia di Serie A.
Masa depan Jay Idzes terlihat cerah, dengan laporan terkini bahkan mengindikasikan minat dari AC Milan untuk potensi transfer di bursa Januari, meskipun Sassuolo cenderung ingin mempertahankan pemain-pemain kuncinya hingga musim panas. Perkembangan ini tidak hanya menandai pencapaian pribadi yang luar biasa bagi Idzes tetapi juga memberikan dampak signifikan bagi sepak bola Indonesia, menempatkan pemain Indonesia di peta persaingan liga-liga top Eropa dengan valuasi yang sebanding dengan talenta terbaik global. Ini menegaskan bahwa pemain dengan latar belakang Indonesia mampu mencapai level tertinggi dalam kompetisi sepak bola internasional, menjadi inspirasi bagi generasi muda.