Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Solidaritas Tim: Senjata Rahasia di Balik Kebangkitan Arsenal

Admin 11 Dec 2025

Solidaritas Tim: Senjata Rahasia di Balik Kebangkitan Arsenal

Kekompakan telah menjadi kunci utama performa impresif Arsenal di musim 2024-2025 dan awal musim 2025-2026. Di bawah arahan manajer Mikel Arteta, The Gunners menampilkan peningkatan signifikan yang tidak hanya terlihat dari hasil pertandingan, tetapi juga dari chemistry antar pemain di lapangan.

Musim 2024-2025, Arsenal berhasil mengakhiri Premier League di posisi kedua dengan 74 poin, menunjukkan konsistensi yang menjanjikan, meskipun masih belum mampu mengakhiri puasa gelar liga. Mereka mencatatkan beberapa kemenangan penting, termasuk kemenangan 5-1 atas Manchester City. Di Liga Champions, Arsenal mencatat beberapa kemenangan spektakuler, namun perjalanan mereka kandas di babak semifinal.

Memasuki musim 2025-2026, Arsenal mengawali Premier League dengan performa meyakinkan, termasuk kemenangan telak 3-0 atas Nottingham Forest dan kemenangan 1-0 atas Manchester United di Old Trafford pada pekan pembuka. Kemenangan 2-0 atas West Ham United pada pekan ketujuh Premier League juga membawa The Gunners naik ke puncak klasemen sementara. Sementara itu, di Liga Champions, Arsenal menunjukkan dominasinya dengan meraih kemenangan keenam beruntun setelah menaklukkan Club Brugge 3-0 pada Kamis, 11 Desember 2025, menyamai rekor Liverpool dan Manchester City.

Mikel Arteta secara konsisten menyoroti pentingnya kekompakan tim. Ia memuji fleksibilitas dan kekompakan pertahanan Arsenal menjelang pertandingan Premier League, serta menegaskan bahwa kesempatan bermain bergantung pada upaya yang ditunjukkan setiap pemain. Bahkan, manajer asal Spanyol ini juga mendesak para suporter untuk menciptakan atmosfer yang "ganas" di Emirates Stadium, menunjukkan bagaimana ia ingin semua elemen klub bersatu demi kesuksesan.

Gabriel Jesus, salah satu pemain Arsenal, menjelaskan bahwa chemistry di antara pemain Arsenal bukanlah "kaleng-kaleng", menegaskan ikatan kuat dalam skuad. Duo bek tengah William Saliba dan Gabriel Magalhaes, misalnya, semakin tangguh dan kompak dari hari ke hari, menjadikan mereka pilihan utama Arteta. Kedalaman skuad yang bertambah dengan kehadiran pemain baru seperti Martín Zubimendi, Eberechi Eze, dan Viktor Gyökeres juga memungkinkan Arteta melakukan rotasi tanpa mengurangi kualitas permainan, sekaligus menunjukkan peningkatan mental pemain.

Meskipun menghadapi tantangan cedera pada beberapa pemain kunci seperti Martin Ødegaard dan Declan Rice di tengah pertandingan, tim asuhan Mikel Arteta tetap mampu mempertahankan keunggulan, yang semakin memperkuat bukti kekompakan dan mentalitas juara mereka. Kehadiran Mikel Merino sebagai gelandang bertahan baru juga diharapkan akan membuat skuad Arsenal semakin solid, terutama di lini tengah.