Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Joshua Van: Juara UFC Asia Pertama, Cetak Rekor Fenomenal!

Admin 07 Dec 2025

Joshua Van: Juara UFC Asia Pertama, Cetak Rekor Fenomenal!

Joshua Van telah menciptakan sejarah dalam dunia seni bela diri campuran setelah ia meraih gelar juara kelas terbang Ultimate Fighting Championship (UFC), menjadikannya juara UFC pria kelahiran Asia pertama. Kemenangan bersejarah ini terjadi pada ajang UFC 323 tanggal 6 Desember 2025, saat Van menghadapi juara bertahan Alexandre Pantoja.

Dalam pertarungan yang mengejutkan, Van mengklaim sabuk juara setelah Pantoja mengalami cedera hanya 26 detik memasuki ronde pertama. Insiden tersebut terjadi ketika Pantoja, setelah tendangannya tertangkap oleh Van, terjatuh dan mengalami cedera lengan, yang kemudian didiagnosis sebagai dislokasi bahu kiri. Wasit segera menghentikan pertarungan, memberikan kemenangan TKO kepada Van.

Selain menjadi juara UFC pria pertama yang lahir di Asia, Joshua Van juga memecahkan rekor sebagai juara UFC termuda kedua dalam sejarah, dengan usia 24 tahun 57 hari, hanya kalah dari Jon Jones. Ia juga merupakan petarung pertama yang lahir pada tahun 2000-an yang berhasil meraih gelar juara UFC. Van, yang memiliki nama panggilan "The Fearless", juga merupakan petarung pertama dari Myanmar yang menandatangani kontrak dengan promosi tersebut dan menjadi juara kelahiran Myanmar pertama.

Lahir di Hakha, Myanmar pada 10 Oktober 2001, perjalanan Van ke puncak olahraga ini adalah kisah inspiratif. Ia pindah ke Malaysia pada usia 10 tahun dan kemudian ke Houston, Texas, Amerika Serikat, pada usia 12 tahun. Dengan rekor profesional MMA 16 kemenangan dan 2 kekalahan, termasuk 8 kemenangan dan 1 kekalahan di UFC, ia telah menunjukkan dominasi sejak debut profesionalnya pada tahun 2021.

Meskipun kemenangan datang melalui cedera lawan, Van telah menanggapi para kritikus dengan tegas, menyatakan bahwa hasil tersebut adalah bagian dari kerja kerasnya dan dia siap untuk tantangan ulang. Ia juga menyatakan keinginannya untuk segera menghadapi Pantoja kembali dalam pertandingan ulang. Kemenangan Joshua Van tidak hanya menandai tonggak sejarah pribadi tetapi juga membuka babak baru bagi representasi Asia di panggung terbesar seni bela diri campuran dunia.