Ironi Liverpool: Rentetan Kalah Kembali Setelah Dua Kemenangan Beruntun

Liverpool kembali terperosok ke dalam performa mengecewakan di Liga Inggris, menelan dua kekalahan beruntun usai sempat mencatatkan dua kemenangan berturut-turut. Hasil ini semakin menambah tekanan bagi tim arahan Arne Slot, yang kini berada di posisi paruh bawah klasemen liga.
Rentetan hasil buruk ini dimulai pada Sabtu, 22 November 2025, ketika Liverpool secara mengejutkan takluk 0-3 di kandang sendiri, Anfield, dari Nottingham Forest. Kekalahan ini menandai kekalahan kandang terberat bersama dalam sejarah Liga Primer bagi Liverpool dan menjadi kekalahan keenam mereka dalam tujuh pertandingan Liga Primer terakhir. Gol-gol Forest dicetak oleh Murillo di menit ke-33, diikuti oleh Nicolò Savona 39 detik memasuki babak kedua, dan Morgan Gibbs-White di menit ke-78. Penampilan tim Merseyside kala itu dianggap tidak efektif dalam menyerang dan lemah dalam bertahan, dengan Alexander Isak ditarik keluar setelah 68 menit yang tidak efektif.
Lima belas hari sebelumnya, pada Minggu, 9 November 2025, The Reds juga dibantai Manchester City 3-0 di Etihad Stadium. Dua kekalahan dengan skor identik 3-0 secara beruntun ini adalah yang pertama bagi Liverpool di liga sejak tahun 1965. Hasil-hasil ini membuat Liverpool tergelincir ke peringkat 11 klasemen Liga Inggris.
Padahal, sebelum rentetan kekalahan memilukan ini, Liverpool sempat menunjukkan secercah harapan dengan meraih dua kemenangan. Pada Selasa, 4 November 2025, mereka berhasil mengalahkan raksasa Spanyol Real Madrid 1-0 di ajang Liga Champions. Kemenangan itu menyusul performa meyakinkan di Liga Inggris pada Sabtu, 1 November 2025, ketika mereka menundukkan Aston Villa 2-0 di Anfield.
Meski sempat ada optimisme setelah dua kemenangan tersebut, kekalahan telak dari Manchester City dan Nottingham Forest dengan cepat mengikis momentum positif tersebut. Pelatih Arne Slot kini dihadapkan pada tugas berat untuk memulihkan performa tim yang tampak "berantakan," dengan masalah yang terus-menerus muncul pada bola mati, serangan yang tumpul, dan pertahanan yang rapuh.