Marc Marquez Dorong Comeback Gemilang Bagnaia di Musim Mendatang

Marc Marquez, juara dunia MotoGP tujuh kali, telah menyatakan keinginannya untuk melihat rekan setimnya di tim pabrikan Ducati, Francesco Bagnaia, kembali ke performa terbaiknya di musim depan setelah musim 2025 yang penuh tantangan bagi pembalap Italia tersebut. Marquez, yang baru saja mengamankan gelar juara dunia MotoGP 2025 yang dominan dengan sebelas kemenangan Grand Prix dan empat belas kemenangan balapan sprint, mengungkapkan rasa "sakit" melihat Bagnaia kesulitan.
Musim MotoGP 2025 merupakan periode sulit bagi Bagnaia, yang sebelumnya telah meraih dua gelar juara dunia. Ia mengakhiri musim di posisi kelima klasemen pembalap, jauh di bawah ekspektasi. Berbagai masalah adaptasi dengan motor Desmosedici GP25, khususnya pada bagian depan, disebut-sebut menjadi penyebab utama serangkaian kecelakaan dan inkonsistensi yang dialaminya. Bagnaia sendiri mengakui bahwa ia merasa "tidak mengenali dirinya" dan "kehilangan kesabaran" dengan motornya. Ia juga menekankan perlunya belajar dari kesalahan dan bersikap lebih cerdas dalam balapan, terkadang menerima posisi yang lebih rendah demi menghindari risiko kecelakaan.
Dalam beberapa kesempatan, Marquez memberikan dukungan moral kepada Bagnaia, bersikeras bahwa rekan setimnya "belum lupa cara mengendarai motor" dan memiliki "bakat yang cukup" untuk bangkit dari keterpurukan ini. Marquez juga menyoroti pentingnya performa kedua pembalap di puncak untuk proyek Ducati secara keseluruhan, terutama untuk pengembangan motor di masa depan.
Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, juga menyuarakan keprihatinan atas kesulitan Bagnaia, menyebutnya "menyakitkan" dan menggarisbawahi peran penting Bagnaia dalam sejarah Ducati, setelah meraih dua gelar dan 31 kemenangan. Meskipun demikian, upaya tim untuk mengatasi tantangan Bagnaia belum membuahkan hasil yang diinginkan.
Meskipun Bagnaia menunjukkan beberapa "kilasan kecemerlangan" di musim 2025, termasuk kemenangan ganda di Motegi, inkonsistensi tetap menjadi masalah utama. Pembicaraan tentang potensi Bagnaia untuk kembali menggunakan suku cadang GP24 sempat muncul, tetapi Marquez tidak tertarik dengan eksperimen tersebut, menyatakan bahwa mereka telah mengikuti arah pengembangan yang sama.
Dengan berakhirnya musim 2025, Bagnaia telah menyatakan komitmennya untuk melakukan perbaikan kecil demi meraih musim 2026 yang lebih sukses. Harapan besar kini disematkan pada pembalap Italia tersebut untuk dapat melakukan "reset" selama jeda musim dingin dan kembali ke level performa juara dunia yang kita kenal di musim depan, demi kepentingan pribadinya dan juga bagi kesuksesan proyek balap Ducati.