Kutukan Stamford Bridge: Barcelona Terjegal di Kandang Chelsea

Sejarah pertemuan antara Chelsea dan Barcelona di Stamford Bridge selalu menjadi narasi yang sulit bagi raksasa Catalan. Meskipun kedua tim seringkali menyajikan laga-laga klasik di kompetisi Eropa, khususnya Liga Champions, markas The Blues di London terbukti menjadi benteng yang kokoh dan kerap menyulitkan Barcelona untuk meraih kemenangan penuh.
Faktanya, dari delapan pertemuan mereka sebelumnya di Stamford Bridge, Barcelona hanya berhasil mencatatkan satu kemenangan. Kemenangan tunggal itu terjadi pada 22 Februari 2006, ketika tim asuhan Frank Rijkaard bangkit dari gol bunuh diri Thiago Motta untuk mengamankan kemenangan 2-1 di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, berkat gol bunuh diri John Terry dan gol Samuel Eto'o. Selain dari pertandingan itu, rekor Barcelona di ibu kota Inggris adalah empat kekalahan dan dua hasil imbang.
Chelsea sendiri memiliki rekor kandang yang superior melawan Barcelona di Stamford Bridge, memenangkan lima dari delapan pertandingan tersebut dan meraih dua hasil imbang. Statistik ini menggarisbawahi betapa sulitnya bagi Blaugrana untuk mendominasi di kandang lawan.
Meski demikian, beberapa hasil imbang di Stamford Bridge terbukti sangat krusial bagi Barcelona dalam melaju di turnamen. Salah satu momen paling ikonik adalah pada semifinal Liga Champions 2008-09, di mana gol spektakuler Andrés Iniesta di menit ke-93 menghasilkan skor 1-1, yang cukup untuk meloloskan Barcelona ke final melalui aturan gol tandang setelah bermain imbang 0-0 di Camp Nou pada leg pertama. Demikian pula, pada Februari 2018, Lionel Messi berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah gol Willian, yang juga menjadi hasil penting di leg pertama babak 16 besar.
Secara keseluruhan, sepanjang abad ini, Chelsea dan Barcelona telah bertemu sebanyak 14 kali di Liga Champions. Rekor head-to-head mereka cukup berimbang dengan masing-masing empat kemenangan dan enam hasil imbang. Namun, dominasi Chelsea di Stamford Bridge tetap menjadi anomali dalam persaingan ketat ini.
Menjelang pertemuan hipotetis pada hari Selasa, 25 November 2025, kedua tim menunjukkan performa yang cukup baik. Chelsea datang dengan kemenangan 2-0 atas Burnley di Liga Primer, memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi lima pertandingan di semua kompetisi (empat kemenangan, satu hasil imbang). Sementara itu, Barcelona baru saja menghajar Athletic Club 4-0 di La Liga. Barcelona juga mencatatkan rekor mencetak gol dalam 24 pertandingan Liga Champions berturut-turut. Meskipun demikian, catatan tandang mereka di Liga Champions menunjukkan satu kemenangan dari empat pertandingan terakhir (satu imbang, dua kalah).
Dengan Hansi Flick sebagai manajer Barcelona dan Enzo Maresca di Chelsea, pertandingan mendatang akan kembali menguji "kutukan" Stamford Bridge bagi Barcelona. Sejarah menunjukkan bahwa The Blues memiliki keunggulan psikologis yang signifikan saat bermain di kandang, menjadikannya tugas yang berat bagi tim Catalan untuk mengubah narasi ini.