Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Janice Tjen: Setelah Puncak Chennai 2025, Misi Ambisius Apa Menanti?

Admin 16 Nov 2025

Janice Tjen: Setelah Puncak Chennai 2025, Misi Ambisius Apa Menanti?

Petenis tunggal putri Indonesia, Janice Tjen, baru saja menorehkan sejarah gemilang dengan meraih gelar juara di ajang WTA 250 Chennai Open 2025 yang berakhir pada 2 November lalu, menandai momen krusial dalam kariernya. Kemenangan ini bukan hanya sekadar gelar, melainkan sebuah pernyataan kuat dari atlet berusia 23 tahun tersebut di kancah tenis profesional dunia. Setelah sukses di Chennai, pertanyaan besar kini mengemuka: apa lagi yang akan dikejar Janice Tjen selanjutnya?

Di final tunggal putri Chennai Open 2025, Tjen berhasil mengalahkan petenis Australia, Kimberly Birrell, dengan skor meyakinkan 6-4, 6-3. Tidak berhenti di situ, ia juga menyabet gelar ganda putri bersama rekan senegaranya, Aldila Sutjiadi, setelah menundukkan pasangan unggulan Storm Hunter dan Monica Niculescu dengan skor 7-5, 6-4. Ini menjadikan Tjen sebagai petenis wanita Indonesia pertama yang mengangkat trofi tunggal di Tur WTA sejak Angelique Widjaja.

Pencapaian di Chennai langsung mendongkrak peringkatnya secara signifikan. Pada 3 November 2025, Tjen mencapai peringkat tertinggi dalam kariernya di tunggal putri WTA, yakni di posisi ke-53 dunia, dan peringkat ke-84 di ganda pada 10 November 2025. Ia kini menjadi petenis tunggal putri nomor satu Indonesia. Prestasi ini merupakan kelanjutan dari tahun 2025 yang luar biasa baginya, di mana ia juga berhasil menembus 100 besar dunia pada 6 Oktober 2025.

Sebelum Chennai, Tjen telah menunjukkan performa menjanjikan. Ia memenangkan gelar tunggal WTA 125 perdananya di Jinan Open dan gelar ganda WTA 125 pertamanya di Suzhou Open bersama Aldila Sutjiadi. Ia juga mencatatkan sejarah dengan lolos kualifikasi dan memenangkan pertandingan babak pertama di US Open 2025, menjadi petenis wanita Indonesia pertama yang memenangkan pertandingan Grand Slam sejak Widjaja di Wimbledon 2003.

Melihat laju impresif ini, ambisi Janice Tjen kemungkinan besar akan semakin tinggi. Prioritas utamanya adalah untuk mengukuhkan posisinya di jajaran 50 besar dunia dan terus merangkak naik menuju 30, 20, atau bahkan 10 besar. Performa konsisten di turnamen-turnamen mayor seperti Grand Slam akan menjadi fokus berikutnya, dengan target melangkah lebih jauh dari babak-babak awal.

Selain itu, sebagai juara di level WTA 250, Tjen akan membidik kesuksesan di turnamen-turnamen WTA dengan kategori yang lebih tinggi, seperti WTA 500 dan WTA 1000. Kesempatan untuk mewakili Indonesia di ajang Olimpiade juga akan menjadi salah satu target prestisius dalam daftar keinginannya. Di bawah bimbingan pelatihnya, Chris Bint, Tjen akan terus bekerja untuk menyempurnakan gaya bermainnya yang tidak konvensional, demi mencapai puncak performa di kancah tenis global. Dengan momentum yang ada, Janice Tjen siap mengejar lebih banyak gelar dan menorehkan lebih banyak sejarah bagi tenis Indonesia.