Norris Buka-bukaan soal Kesenjangan Pengalaman Lawan Max Verstappen

Lando Norris, Juara Dunia Formula 1 2025, secara terbuka mengakui bahwa ia masih memiliki jalan panjang untuk mengejar tingkat pengalaman dan kemampuan yang dimiliki Max Verstappen. Meskipun baru saja mengamankan gelar juara dunia perdananya, Norris tidak ragu untuk menyoroti keunggulan yang dimiliki rivalnya dari Red Bull Racing itu.
Dalam sebuah wawancara pada Oktober 2025, Norris menyatakan bahwa sulit untuk mengalahkan seseorang yang "secara praktis lahir di kursi F1," mengisyaratkan latar belakang balap Verstappen yang memberinya keuntungan signifikan sejak dini. "Saya tidak ingin mengatakan atau percaya bahwa saya akan pernah sebaik Max karena saya pikir itu adalah hal yang salah untuk saya katakan kepada diri sendiri," ujar Norris. Ia melanjutkan dengan pengakuan bahwa Verstappen adalah "salah satu pembalap terbaik yang pernah ada di Formula 1."
Pembalap Inggris itu juga secara jujur mengungkapkan bahwa ia "belum sepenuhnya berada di level" yang ia butuhkan dibandingkan dengan Verstappen, menyebut pembalap Belanda itu "mungkin yang terbaik di dunia" dalam gaya bertahan dan menyerang. Pengakuan ini datang bahkan setelah Norris berhasil meraih gelar juara dunia perdananya pada musim 2025, mengalahkan Verstappen dan rekan setimnya, Oscar Piastri.
Meskipun mencapai puncak karier dengan menjadi juara dunia, Norris merefleksikan beberapa komentar "bodoh" yang pernah ia lontarkan di masa lalu tentang Verstappen dan Lewis Hamilton, menekankan keinginannya untuk menunjukkan rasa hormat kepada para pesaingnya.
Max Verstappen sendiri telah mengukir empat gelar juara dunia Formula 1 secara beruntun dari tahun 2021 hingga 2024. Ia juga mencatatkan 71 kemenangan balapan. Verstappen memulai debutnya di F1 pada usia 17 tahun pada tahun 2015, menjadikannya pembalap termuda dalam sejarah F1, dan kemudian menjadi pembalap termuda yang meraih kemenangan Grand Prix. Sementara itu, Lando Norris, yang memulai debutnya di F1 pada tahun 2019, memiliki 11 kemenangan Grand Prix dalam kariernya. Perbandingan statistik ini semakin menggarisbawahi poin Norris mengenai perbedaan pengalaman yang signifikan antara kedua pembalap tersebut.