Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Kartu Merah Akibat Cekcok Sesama Rekan: Gueye Lanjutkan Tren Kontroversial

Admin 25 Nov 2025

Kartu Merah Akibat Cekcok Sesama Rekan: Gueye Lanjutkan Tren Kontroversial

Idrissa Gueye dari Everton menjadi sorotan utama Liga Primer Inggris setelah menerima kartu merah langsung menyusul insiden pertengkaran dengan rekan setimnya, Michael Keane, dalam pertandingan melawan Manchester United pada Senin, 24 November 2025. Insiden yang terjadi pada menit ke-13 di Old Trafford ini menambah daftar panjang momen di mana emosi meluap di antara sesama pemain dalam satu tim, menegaskan bahwa Gueye bukanlah yang pertama menghadapi nasib serupa.

Pertikaian bermula setelah Gueye melakukan kesalahan operan yang berujung pada peluang tembakan bagi Bruno Fernandes dari Manchester United. Keane kemudian tampak mendorong Gueye, yang dibalas dengan tamparan ke wajah Keane. Meskipun penjaga gawang Jordan Pickford dan pemain sayap Iliman Ndiaye segera berusaha melerai, wasit Tony Harrington tak punya pilihan selain mengeluarkan kartu merah langsung untuk Gueye atas tindakan kekerasan. Keputusan tersebut dikonfirmasi oleh VAR, yang menyatakan bahwa ada "pukulan jelas ke wajah Keane".

Meskipun bermain dengan sepuluh pemain, Everton berhasil menunjukkan ketahanan luar biasa dan bahkan unggul 1-0 melalui gol Kiernan Dewsbury-Hall pada menit ke-28, akhirnya memenangkan pertandingan tersebut. Setelah pertandingan, Gueye menyampaikan permintaan maaf melalui akun Instagram-nya, mengakui sepenuhnya tanggung jawab atas reaksinya dan meminta maaf kepada Keane, rekan satu tim, staf, penggemar, dan klub.

Namun, insiden ini mengingatkan kembali pada beberapa momen serupa dalam sejarah sepak bola Inggris, terutama di Liga Primer, di mana ketegangan antar rekan setim berujung pada kartu merah atau konfrontasi fisik yang serius. Ini bukanlah pertama kalinya seorang pemain diusir dari lapangan karena berselisih dengan rekan setimnya.

Salah satu insiden paling terkenal adalah pertarungan fisik antara gelandang Newcastle United, Lee Bowyer dan Kieron Dyer, pada April 2005 saat pertandingan melawan Aston Villa. Kedua pemain saling pukul di lapangan dan akhirnya menerima kartu merah dari wasit. Dyer kemudian diskors tiga pertandingan, sementara Bowyer diskors tujuh pertandingan dan didenda enam minggu gaji.

Kasus lain yang menjadi preseden langsung adalah Ricardo Fuller dari Stoke City yang menerima kartu merah setelah menampar rekan setimnya, Andy Griffin, pada Desember 2008. Insiden Gueye menandai kali pertama dalam 17 tahun seorang pemain di Liga Primer diusir karena bertikai dengan rekan setim sejak kasus Fuller tersebut.

Meskipun tidak semua pertikaian berujung pada kartu merah, ada beberapa contoh lain pertengkaran hebat di lapangan. Pada tahun 1993, kiper Liverpool Bruce Grobbelaar dengan marah mengonfrontasi Steve McManaman setelah kesalahan bek muda itu menyebabkan gol. Grobbelaar mendorong McManaman, yang kemudian membalas dorongan tersebut. Lebih baru-baru ini, pada musim 2023/24, gelandang Sheffield United Vinicius Souza menghadapi bek Jack Robinson dan mencoba menamparnya, meskipun wasit tidak mengambil tindakan. Pada Januari 2008, penyerang Arsenal Nicklas Bendtner dan Emmanuel Adebayor juga terlibat perkelahian di semifinal Piala Liga. Sementara itu, pada Juli 2020, kapten Tottenham Hugo Lloris memprotes keras Son Heung-min karena kurangnya keterlibatan defensif, yang berujung pada konfrontasi panas saat jeda.

Insiden Gueye ini sekali lagi menyoroti tekanan dan intensitas emosi tinggi dalam sepak bola profesional, di mana bahkan rekan setim pun bisa berselisih di bawah sorotan publik. Meskipun David Moyes, manajer Everton, mengatakan bahwa ia "cukup menyukai pemainnya saling bertarung dan kesal satu sama lain" karena hal itu menunjukkan keinginan untuk menang, ia juga menegaskan bahwa tindakan seperti itu tidak dapat dibenarkan.