Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Masa Depan Cerah Basket Indonesia: Ketum PERBASI Apresiasi Talenta Muda

Admin 28 Dec 2025

Masa Depan Cerah Basket Indonesia: Ketum PERBASI Apresiasi Talenta Muda

Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP PERBASI) Budisatrio Djiwandono secara konsisten menyoroti peningkatan kualitas atlet muda bola basket Indonesia, sebuah pandangan yang sejalan dengan fondasi yang telah diletakkan oleh kepemimpinan sebelumnya. Fokus PERBASI saat ini adalah memperkuat pembinaan usia dini dan kelompok umur, dengan target utama melahirkan generasi pebasket yang mampu bersaing di kancah global.

Budisatrio Djiwandono telah menegaskan komitmennya untuk pengembangan atlet sejak usia delapan tahun, melalui program yang akan digencarkan di seluruh Dewan Pengurus Daerah (DPD) provinsi di Indonesia. Inisiatif ini bertujuan untuk regenerasi jangka panjang dan meningkatkan minat terhadap olahraga basket secara masif. Pada Februari 2025, Budisatrio Djiwandono menyatakan bahwa masa depan bola basket Indonesia dimulai dari kompetisi usia dini, dengan harapan dapat meloloskan tim ke Olimpiade dan Piala Dunia senior. Untuk mencapai tujuan tersebut, PERBASI menargetkan untuk mendatangkan lebih banyak kompetisi internasional kelompok umur seperti U-17 dan U-19, baik putra maupun putri. Revitalisasi lapangan basket di tingkat RT dan desa juga menjadi salah satu program yang digagas untuk meningkatkan potensi dan sumber daya manusia sejak dini.

Fokus pada pembinaan usia muda ini melanjutkan visi mantan Ketua Umum PP PERBASI, mendiang Danny Kosasih, yang meninggal dunia pada September 2024. Danny Kosasih dikenal sebagai sosok yang sangat mencintai bola basket dan memprakarsai program berkelanjutan 12 tahun yang berfokus pada pembinaan pebasket sejak usia muda, bahkan dari level sekolah dasar, demi mencetak bibit-bibit unggul untuk Timnas Indonesia. Di masa kepemimpinannya, PERBASI bahkan menjalin kerja sama dengan Federasi Bola Basket Lithuania untuk mengirimkan pemain muda berlatih di sana.

Perkembangan positif ini juga didukung oleh munculnya talenta-talenta muda yang mulai mencuri perhatian, baik di liga domestik seperti IBL dan DBL, maupun yang telah menapaki karier internasional. Pemain seperti Brandon Jawato telah menorehkan sejarah dengan bermain di Liga Basket Jepang, menunjukkan bahwa pemain lokal mampu bersaing di level tinggi. Nama-nama lain seperti Putu Ivan Krisna Triyasa, Kelvin Sanjaya, dan Widyanta Putra Teja juga disebut sebagai prospek menjanjikan yang telah membela tim nasional. Klub-klub seperti Dewa United Banten turut mengorbitkan talenta muda seperti Kennie Elbert Kristanto dan Elang Satria Rajendra Dewanto ke roster utama IBL 2026, sebagai bagian dari komitmen pembinaan berkelanjutan dari level akademi hingga profesional. Di sektor putri, Dewa Ayu Made Sriartha dan Kimberley Pierre-Louis telah meraih medali emas SEA Games 2023, menunjukkan potensi besar atlet wanita.

Meskipun terdapat optimisme, pengembangan bola basket usia dini di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. Infrastruktur yang belum memadai, dengan banyak lapangan basket yang kondisinya kurang baik, menghambat pembinaan atlet. Program pembibitan atlet masih perlu ditingkatkan dengan lebih banyak program berkualitas untuk menghasilkan bibit unggul. Selain itu, pendanaan yang terbatas dari pemerintah dan swasta juga menjadi kendala. Ketiadaan kurikulum latihan yang terstruktur secara nasional juga diidentifikasi sebagai salah satu masalah dalam pengembangan usia muda.

PERBASI terus berupaya mengatasi tantangan tersebut melalui berbagai program, termasuk PERBASI Fest 2025 di Surakarta yang berfokus pada pembinaan usia muda dan membuka kesempatan bagi anak-anak untuk belajar dan bersaing. Sekretaris Jenderal PERBASI, Nirmala Dewi, menyatakan bahwa dari hasil evaluasi kualifikasi FIBA Asia Cup 2025, pemain muda memiliki potensi bagus untuk lebih banyak mengisi tim nasional, dan program pencarian bakat akan diperkuat. Sinergi antara semua pihak, termasuk orang tua, pelatih, sponsor, dan komunitas basket lokal, menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi tumbuh kembang atlet muda dan memastikan keberlanjutan prestasi bola basket Indonesia di masa depan.