Laju Emas Indonesia Tak Terbendung di Finswimming Asia Tenggara 2025

Indonesia telah berhasil menambah perbendaharaan medali emasnya dalam ajang 2025 CMAS Southeast Asia Championship Finswimming Indoor dan Asian Junior Finswimming Competition - South East Zone yang berlangsung di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, dari tanggal 16 hingga 19 November 2025. Hingga hari kedua kompetisi pada 17 November 2025, tim Merah-Putih telah mengamankan dua medali emas di kategori senior.
Medali emas pertama Indonesia dipersembahkan oleh Bilqis Prizkyla. Atlet asal Jawa Barat ini mendominasi di nomor 400 Meter Bifins Putri kategori senior, mencatatkan waktu impresif 3 menit 59,58 detik. Keberhasilan Bilqis disusul oleh Harvey Hubert Hutasuhut, yang berhasil menambah medali emas kedua bagi Indonesia setelah tampil di kategori senior nomor 50 Meter Bifins.
Kejuaraan ini menandai pertama kalinya Indonesia menjadi tuan rumah CMAS Southeast Asia Championship Finswimming Indoor. Ajang bergengsi ini diikuti oleh lima negara Asia Tenggara: Indonesia sebagai tuan rumah, Thailand, Malaysia, Kamboja, dan Vietnam, dengan total 186 atlet berpartisipasi dalam dua kategori, senior dan junior. Indonesia sendiri mengirimkan kontingen terbanyak dengan 24 atlet senior dan 95 atlet junior.
Menurut data hingga hari kedua kompetisi, Indonesia menempati posisi kedua dalam perolehan medali kategori senior dengan total 16 medali, terdiri dari 2 medali emas, 6 medali perak, dan 8 medali perunggu. Sementara itu, Vietnam untuk sementara memimpin klasemen medali senior dengan 30 medali (18 emas, 11 perak, dan 3 perunggu). Di kategori junior, Vietnam juga unggul dengan 28 medali (13 emas, 7 perak, dan 8 perunggu), diikuti Thailand di posisi kedua dengan 6 medali (4 emas, 2 perak).
Pengurus Besar Persatuan Olahraga Selam Indonesia (PB POSSI), yang diketuai oleh Komjen Pol. Makhruzi Rahman, berperan sebagai penyelenggara kejuaraan ini. PB POSSI memiliki visi untuk mengembangkan dan memajukan olahraga selam di Indonesia, serta meningkatkan prestasi atlet melalui program pembinaan usia dini dan regenerasi atlet. Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga perayaan persahabatan dan sportivitas antarnegara di kawasan, serta momentum untuk memperkenalkan dan mengembangkan olahraga finswimming di Asia Tenggara. Seluruh peserta diharapkan mendapatkan pengalaman bertanding yang aman, profesional, dan sesuai standar internasional.