Acosta Gemilang di Latihan MotoGP Malaysia 2025, Bagnaia Berjuang di Q1

SEPANG, Malaysia – Pedro Acosta dari Red Bull KTM Factory Racing memuncaki sesi Practice MotoGP Malaysia 2025 pada Jumat, 24 Oktober, dengan catatan waktu 1 menit 57,559 detik, menandai dominasinya di Sirkuit Internasional Sepang. Sementara itu, juara dunia bertahan Francesco Bagnaia dari Ducati Lenovo Team gagal menembus 10 besar, menempatkannya di Kualifikasi 1 (Q1), melanjutkan tren performa yang tidak konsisten sepanjang musim.
Sesi Practice sore itu sempat tertunda 35 menit akibat tumpahan oli dari kejuaraan Asia Talent Cup, namun Acosta berhasil mengatasi gangguan tersebut, bahkan bangkit dari kecelakaan awal di Tikungan 9 untuk mencetak waktu tercepatnya di menit-menit akhir sesi. Pembalap Spanyol itu mengungguli Johann Zarco (LCR Honda Castrol) dengan selisih tipis 0,019 detik, diikuti Jack Miller (Prima Pramac Yamaha) di posisi ketiga.
Di sisi lain, Francesco Bagnaia hanya menempati posisi ke-12 dengan catatan waktu terbaik 1:58.206, yang berarti ia harus berjuang melalui Q1 pada hari Sabtu untuk memperebutkan tempat di Q2. Bagnaia secara langsung menyalahkan dirinya sendiri atas kegagalan ini, mengakui bahwa ia terlalu lambat keluar dari pit setelah hujan singkat, memberinya hanya dua putaran untuk mencetak waktu yang kompetitif. Ini adalah kali keempat Bagnaia tersingkir ke Q1 dalam tujuh Grand Prix terakhir, menyoroti perjuangannya beradaptasi dengan motor GP25 musim ini.
Sirkuit Internasional Sepang, yang dibuka pada Maret 1999 dan memiliki panjang 5.543 km dengan 15 tikungan dan dua trek lurus panjang, dikenal menantang karena kombinasi tikungan cepat dan cuaca tropis yang panas dan lembap. Kondisi ini menguji ketahanan ban dan adaptasi pembalap, membuat hasil latihan sangat krusial untuk momentum akhir pekan.
Pedro Acosta, yang telah menunjukkan adaptasi luar biasa sepanjang musim 2025 dan mengakhiri kejuaraan di posisi keempat secara keseluruhan, terus membuktikan dirinya sebagai talenta baru yang paling menjanjikan. Konsistensinya dalam sesi latihan, bahkan setelah insiden kecil, menunjukkan kematangan yang berkembang pesat. Ia menyatakan merasa nyaman dengan motornya meskipun mengakui tantangan dalam manajemen ban.
Sebaliknya, musim 2025 menjadi tahun yang sulit bagi Bagnaia, dengan masalah adaptasi terhadap "DNA" motor Desmosedici GP25, khususnya pada bagian depan, yang terus menghantuinya. Kesulitan ini, bersama dengan tekanan untuk mempertahankan performa juara, berdampak signifikan pada mentalnya, dengan ia seringkali tertinggal dari kecepatan rekan setimnya, Marc Marquez, yang menggunakan GP25 yang sama.
Implikasi hasil Practice ini sangat besar. Lolos langsung ke Q2 berarti penghematan ban dan waktu, memungkinkan tim fokus pada persiapan balapan. Bagi Acosta, hasil ini memperkuat posisinya sebagai ancaman serius, bukan hanya untuk kualifikasi, tetapi juga untuk balapan utama dan masa depan MotoGP. Bagi Bagnaia, perjuangan berulang di sesi Practice menyoroti masalah fundamental yang memerlukan solusi mendalam dari tim Ducati agar ia dapat kembali ke performa puncaknya, terutama dalam perburuan gelar yang semakin ketat. Hasil ini memberikan gambaran awal yang jelas mengenai dinamika kompetitif di Sepang dan menekan Bagnaia untuk menemukan kecepatan lebih di sesi kualifikasi.