Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

AC Milan: Menguak Warisan Emas Rossoneri dan Jejak Legenda San Siro

Admin 16 Nov 2025

AC Milan: Menguak Warisan Emas Rossoneri dan Jejak Legenda San Siro

AC Milan, atau yang akrab disapa Rossoneri, adalah salah satu klub sepak bola paling bersejarah dan tersukses di Italia, didirikan pada 16 Desember 1899 oleh ekspatriat Inggris Alfred Edwards dan Herbert Kilpin. Klub ini telah mengukir namanya di kancah domestik dan Eropa dengan koleksi trofi yang mengesankan, termasuk 19 gelar Serie A dan rekor tujuh trofi Liga Champions UEFA, terbanyak kedua setelah Real Madrid. Kandang mereka, Stadion San Siro, yang juga dikenal sebagai Stadio Giuseppe Meazza, menjadi saksi bisu berbagai era kejayaan klub.

Era kejayaan AC Milan sering dikaitkan dengan beberapa periode emas yang dipimpin oleh pelatih-pelatih visioner dan dihiasi oleh bintang-bintang lapangan hijau. Salah satu era paling ikonik adalah di bawah asuhan Arrigo Sacchi pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an. Sacchi, yang bergabung dengan Milan pada tahun 1987, merevolusi sepak bola Italia dengan filosofi menyerang, tekanan tinggi, dan organisasi tim yang rapi, mendobrak pakem sepak bola Italia yang cenderung defensif. Ia membentuk "Milan Immortale" yang diperkuat trio Belanda legendaris: Marco van Basten, Ruud Gullit, dan Frank Rijkaard, didukung oleh pilar Italia seperti Franco Baresi, Paolo Maldini, dan Carlo Ancelotti. Di bawah Sacchi, Milan memenangkan Scudetto Serie A pada musim 1987-1988 serta dua gelar Liga Champions berturut-turut pada 1988-1989 dan 1989-1990.

Setelah Sacchi, Fabio Capello melanjutkan dominasi Milan pada 1990-an, membawa Rossoneri meraih empat gelar Serie A dalam lima musim (1991-1992 hingga 1995-1996) dan satu Liga Champions pada musim 1993-1994, menghancurkan Barcelona 4-0 di final.

Masa emas lainnya tiba di awal tahun 2000-an bersama Carlo Ancelotti, yang melatih dari 2001 hingga 2009. Ancelotti, yang juga pernah menjadi bagian dari tim Sacchi, membawa Milan meraih dua gelar Liga Champions pada musim 2002-2003 dan 2006-2007, serta satu gelar Serie A pada 2003-2004. Skuadnya saat itu diperkuat oleh nama-nama besar seperti Andriy Shevchenko, Kaká, Filippo Inzaghi, Andrea Pirlo, dan Alessandro Nesta.

San Siro, yang memiliki kapasitas 75.817 tempat duduk, adalah stadion terbesar di Italia dan menjadi markas bersama AC Milan dan Inter Milan. Awalnya, stadion ini merupakan kandang AC Milan sejak dibangun pada tahun 1925 oleh mantan presiden AC Milan, Piero Pirelli. Kedua klub telah resmi mengakuisisi San Siro pada November 2025, sebagai bagian dari revitalisasi distrik tersebut. Rencana pembangunan stadion baru di dekat San Siro dengan kapasitas 60.000 penonton, yang diperkirakan siap pada musim 2031-2032, menunjukkan ambisi klub untuk terus berinovasi.

Sepanjang sejarahnya, AC Milan telah melahirkan banyak legenda. Paolo Maldini, putra dari legenda Cesare Maldini, menghabiskan seluruh 24 tahun kariernya di Milan, mencatatkan 902 penampilan, menjadikannya pemain dengan rekor pengabdian terlama dan penampilan terbanyak. Ia memenangkan 7 gelar Serie A dan 5 Liga Champions. Franco Baresi, bek tengah ikonik lainnya, tampil dalam 719 pertandingan selama 20 tahun kariernya dan memimpin Milan meraih 6 Scudetto dan 3 Liga Champions.

Para penyerang legendaris juga tak terhitung. Gunnar Nordahl masih memegang status top skorer abadi AC Milan dengan 221 gol dalam 268 penampilan (1949-1956). Marco van Basten, salah satu striker terhebat sepanjang masa, mencetak 125 gol dalam 201 penampilan untuk Milan antara 1987 dan 1995. Beberapa pemain Milan juga meraih Ballon d'Or saat berseragam Rossoneri, termasuk Gianni Rivera (1969), Ruud Gullit (1987), Marco van Basten (1988, 1989, 1992), George Weah (1995), Andriy Shevchenko (2004), dan Ricardo Kaká (2007).

AC Milan telah mengumpulkan total 50 trofi sepanjang sejarahnya, termasuk 19 Scudetti, 5 Coppa Italia, 8 Supercoppa Italiana, 7 Liga Champions, 5 Piala Super Eropa, 2 Piala Winners UEFA, 3 Piala Interkontinental, dan 1 Piala Dunia Antarklub FIFA. Klub ini juga dikenal sebagai klub tersukses keempat di dunia sepak bola dalam hal jumlah piala internasional, bersama Boca Juniors, di bawah Real Madrid dan FC Barcelona. Dengan sejarah yang kaya, basis penggemar global yang dikenal sebagai Milanisti, dan filosofi sepak bola yang kuat, AC Milan terus berupaya melanjutkan dominasinya di kancah sepak bola.