Viva Palestina!" El Ghazi, Komentar Menohok untuk Mainz yang Kalah Banding

Anwar El Ghazi kembali melontarkan sindiran tajam kepada mantan klubnya, Mainz 05, menyusul kekalahan klub Bundesliga tersebut dalam banding terkait pemecatan dirinya. Melalui media sosial, El Ghazi secara eksplisit menyatakan "Viva Palestina!", memperbarui ketegangan dalam perselisihan yang telah berlangsung lama ini.
Keputusan Pengadilan Tenaga Kerja Negara Bagian Rhineland-Palatinate pada 13 November 2025 mengukuhkan putusan awal yang dikeluarkan pada Juli 2024, yang menyatakan bahwa pemutusan kontrak El Ghazi oleh Mainz adalah tidak sah. Pengadilan memutuskan bahwa hak Anwar El Ghazi untuk kebebasan berekspresi lebih diutamakan daripada alasan klub untuk mengakhiri kontraknya. Akibatnya, Mainz diwajibkan untuk membayar gajinya secara penuh, termasuk kompensasi sebesar €1,5 juta atau sekitar $1,7 juta yang mencakup upah dari November 2023 hingga Juli 2024. Klub telah membayar jumlah ini pada Agustus 2024 tetapi mengajukan banding untuk mencoba mendapatkan kembali uang tersebut.
Perselisihan ini bermula pada Oktober 2023 ketika El Ghazi mengunggah pernyataan pro-Palestina di media sosial Instagram, termasuk frasa "From the river to the sea, Palestine will be free". Unggahan tersebut muncul setelah serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023. Mainz segera menskorsnya pada 17 Oktober 2023, menyatakan pandangan tersebut tidak sejalan dengan nilai-nilai klub. Meskipun El Ghazi sempat dilaporkan menyatakan penyesalan dalam pertemuan internal dan kembali ke skuad dengan peringatan, ia kemudian membantah telah menyesali atau menarik pernyataannya. Hal ini mendorong Mainz untuk memutus kontraknya tanpa pemberitahuan pada November 2023.
Setelah putusan banding, El Ghazi mengkritik keras Mainz, menyebut mereka "pecundang berantai" dan "sesat", serta menuduh sikap klub itu "tidak berdasar" dan "tidak masuk akal". Ia juga menyatakan akan menyumbangkan €500.000 dari kompensasi yang diterimanya untuk proyek-proyek kemanusiaan bagi anak-anak di Gaza.
Menanggapi keputusan pengadilan, Ketua dan CEO Mainz, Stefan Hofmann, menyatakan klub menerima putusan tersebut. Namun, ia menegaskan kembali bahwa Mainz akan tetap mempertahankan nilai-nilai mereka dan tidak akan mentolerir individu yang pernyataan dan tindakannya secara fundamental bertentangan dengan prinsip-prinsip klub.
Anwar El Ghazi, yang sebelumnya pernah bermain untuk Aston Villa dan Everton, bergabung dengan Cardiff City setelah meninggalkan Mainz dan kini bermain untuk Al Sailiya di Qatar. Kasusnya telah memicu perdebatan luas tentang kebebasan berekspresi atlet di tengah konflik politik.