Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Juventus: Momok Abadi Spalletti

Admin 22 Dec 2025

Juventus: Momok Abadi Spalletti

Luciano Spalletti, pelatih kepala Juventus, mengakui bahwa performa timnya yang belum sepenuhnya "modern" dalam gaya bermain memicu kegelisahan di tengah upaya Bianconeri untuk kembali ke puncak persaingan Liga Italia. Saat ini, Juventus berada di posisi kelima klasemen Serie A dengan 29 poin dari 16 pertandingan pada Desember 2025, setelah mencatat delapan kemenangan, lima seri, dan tiga kekalahan. Hasil 2-1 atas AS Roma di Allianz Stadium baru-baru ini menempatkan mereka hanya satu poin di bawah Giallorossi di posisi keempat.

Kekhawatiran Spalletti bukan semata-mata pada hasil, melainkan pada filosofi bermain. "Jika Anda tidak modern dalam cara bermain, Anda akan menanggung akibatnya," ujarnya setelah kemenangan atas Roma, menjelaskan bahwa ia merasa "cemas" ketika timnya terlalu bertahan dan gagal keluar dari fase defensif. Pelatih berusia 66 tahun itu menekankan pentingnya intensitas, kemampuan mengantisipasi situasi, dan adaptasi pemain terhadap perubahan posisi. Ia juga menyiratkan bahwa menikmati kemenangan saja tidak cukup jika mentalitas tim belum sepenuhnya mengadopsi pendekatan progresif yang ia inginkan. Bahkan, Spalletti secara terbuka menantang pemain seperti Cambiaso, menyatakan bahwa ia memiliki potensi lebih besar dari yang ditunjukkannya saat ini.

Secara historis, Juventus adalah klub dengan rekam jejak dominasi panjang di Serie A, memenangkan sembilan gelar berturut-turut antara 2011 hingga 2021. Namun, klub telah menghadapi periode penurunan pasca 2021, ditandai dengan masalah finansial dan performa di lapangan yang tidak konsisten. Periode ini memaksa Juventus untuk melakukan restrukturisasi, termasuk peningkatan modal sebesar 97,8 juta Euro pada November 2025 untuk memperkuat struktur keuangan mereka dan mengurangi utang. Strategi finansial baru klub fokus pada manajemen anggaran yang efektif dan investasi strategis untuk stabilitas jangka panjang.

Upaya Spalletti saat ini bukan hanya tentang memenangkan pertandingan, tetapi juga mengembalikan identitas Juventus yang kuat di tengah tantangan modern. Ia ditunjuk sebagai pelatih pada 30 Oktober 2025, setelah masa kepelatihan Igor Tudor dan interim Massimo Brambilla. Dengan rata-rata 1.3 gol per pertandingan dan kebobolan 1.00 gol per pertandingan di Serie A musim 2025/2026, serta hanya mencatatkan clean sheet di 29% pertandingan, ada ruang signifikan untuk peningkatan di bawah bimbingan Spalletti. Mantan pelatih tim nasional Italia itu kini mengemban tugas berat untuk membangun kembali sebuah tim yang tidak hanya kompetitif di level domestik dan internasional, tetapi juga bermain dengan gaya yang lebih dinamis dan proaktif, sebuah visi yang menjadi sumber kegelisahannya sekaligus motivasinya. Keberhasilan Juventus di bawah Spalletti akan sangat bergantung pada adaptasi pemain terhadap filosofi barunya dan kemampuan klub menyeimbangkan ambisi olahraga dengan stabilitas finansial yang krusial.