Kutukan Leeds United bagi Enzo Maresca Berlanjut, Chelsea Ikut Terjungkal

Elland Road menjadi saksi bisu terulangnya mimpi buruk Enzo Maresca saat Leeds United berhasil menundukkan Chelsea dengan skor telak 3-1 dalam lanjutan Liga Primer pada Rabu, 3 Desember 2025. Kekalahan ini tidak hanya merusak ambisi Chelsea dalam perburuan gelar, tetapi juga memperpanjang rekor buruk Maresca secara pribadi melawan tim berjuluk The Whites.
Sebelum pertandingan ini, manajer Chelsea, Enzo Maresca, memiliki catatan yang kurang memuaskan saat menghadapi Leeds United, di mana ia belum pernah meraih kemenangan dalam dua pertemuan sebelumnya sebagai manajer. Statistik menunjukkan Maresca menelan dua kekalahan dalam dua pertandingan melawan Leeds dengan nol poin per pertandingan (PPM). Sayangnya, rekor negatif tersebut kini bertambah panjang setelah anak asuhnya takluk di tangan Leeds yang baru saja promosi.
Chelsea yang datang ke Elland Road dengan catatan tak terkalahkan dalam tujuh pertandingan sebelumnya di Premier League, termasuk hasil imbang 1-1 yang alot melawan Arsenal dan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Barcelona di Liga Champions, harus mengakui keunggulan tim tuan rumah. The Blues, yang berada di posisi ketiga klasemen Liga Primer sebelum laga, kini merosot ke posisi keempat dan tertinggal sembilan poin dari pemuncak klasemen, Arsenal.
Leeds United, yang sebelum pertandingan ini terdampar di zona degradasi dan menelan empat kekalahan beruntun, tampil mengejutkan dengan permainan agresif sejak menit awal. Gol pembuka Leeds dicetak oleh Jaka Bijol melalui sundulan dari tendangan sudut pada menit keenam. Keunggulan Leeds diperlebar jelang turun minum ketika Ao Tanaka melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-43.
Chelsea sempat menipiskan ketertinggalan menjadi 2-1 di awal babak kedua melalui Pedro Neto yang masuk dari bangku cadangan. Namun, kesalahan fatal di lini belakang Chelsea memungkinkan Dominic Calvert-Lewin mencetak gol ketiga bagi Leeds, memastikan kemenangan 3-1 yang mengejutkan. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Maresca, terutama setelah timnya tampil dominan dalam penguasaan bola tetapi kurang efektif dalam serangan.
Maresca mengakui bahwa timnya "jauh lebih buruk dalam setiap aspek" dan tidak mencari alasan atas kekalahan tersebut, meskipun Chelsea bermain tanpa gelandang kunci Moises Caicedo yang diskors setelah mendapat kartu merah di pertandingan sebelumnya melawan Arsenal. Ia juga menyebut bahwa rotasi pemain dilakukan setelah jadwal padat, mempengaruhi level performa tim. Kemenangan ini sontak mengangkat Leeds United keluar dari zona degradasi, sekaligus meredakan tekanan pada manajer mereka, Daniel Farke.
Pertandingan ini menegaskan bahwa Liga Primer selalu penuh kejutan, di mana setiap tim harus tampil 100% di setiap pertandingan, tanpa memandang lawan atau lokasi. Bagi Chelsea dan Enzo Maresca, kekalahan ini adalah pengingat pahit bahwa perjalanan menuju puncak masih panjang dan penuh rintangan, terutama dengan adanya tim-tim yang selalu siap menjadi "momok" mereka.