Xabi Alonso Pilih Bungkam Terkait Polemik Vinicius

Manajer Real Madrid Xabi Alonso secara implisit menolak untuk memperpanjang pembahasan mengenai kontroversi terbaru yang melibatkan penyerang bintang Vinicius Junior, menyusul insiden sorakan dari para penggemar di Santiago Bernabéu saat kemenangan 2-0 atas Sevilla pada 21 Desember 2025. Alonso memilih untuk menekankan hak suporter untuk berekspresi dan fokus pada pemulihan tim, menghindari evaluasi mendalam terhadap reaksi pemain Brasil itu setelah diganti.
Reaksi publik Vinicius, yang terlihat jelas setelah ia disoraki sebagian pendukung dan kemudian diganti pada menit ke-83, kembali memicu spekulasi tentang ketidakpuasannya di klub. Pemain sayap berusia 23 tahun itu dilaporkan mengubah foto profil media sosialnya dari mengenakan seragam Real Madrid menjadi seragam tim nasional Brasil tak lama setelah pertandingan, sebuah langkah yang diinterpretasikan sebagai ekspresi kekecewaan. "Para penggemar berdaulat dan bebas untuk mengekspresikan pendapat mereka," kata Alonso saat konferensi pers pasca-pertandingan, menggarisbawahi posisinya yang menjauhkan diri dari drama internal. "Itu adalah pertandingan yang sulit, tetapi saya menghargai posisi tim, mengingat absennya pemain, dan sekarang kami beristirahat. Saya mengucapkan selamat tinggal kepada semua orang, kami mengucapkan selamat tinggal dan kami tidak membicarakan masalah itu."
Insiden terbaru ini adalah kelanjutan dari ketegangan yang sudah ada antara Vinicius dan Alonso sejak Oktober 2025, ketika Vinicius menunjukkan frustrasi yang sangat jelas setelah diganti saat El Clásico. Meskipun Alonso kala itu menyatakan masalah tersebut telah "selesai" setelah pertemuan tim dan Vinicius mengeluarkan permintaan maaf publik, permintaan maaf tersebut secara mencolok tidak menyebut nama Alonso, memicu spekulasi tentang keretakan hubungan yang lebih dalam. Alonso kemudian menegaskan tidak akan ada hukuman atas insiden El Clásico tersebut.
Hubungan Vinicius dengan Xabi Alonso dikabarkan semakin tegang, dengan laporan yang menunjukkan Vinicius merasa tidak dihargai oleh pendekatan sang pelatih dan sedang menuntut kenaikan gaji yang substansial untuk perpanjangan kontraknya yang berakhir Juni 2027. Penampilan Vinicius musim ini, dengan 6 gol dan 9 assist dalam 30 pertandingan di semua kompetisi, dianggap belum memenuhi ekspektasi seorang bintang utama. Kehadiran Kylian Mbappé sebagai fokus utama tim juga diyakini menambah tekanan pada Vinicius. Sebuah survei Marca baru-baru ini menunjukkan sentimen negatif yang signifikan dari basis penggemar, dengan 86% responden percaya bahwa Real Madrid harus menjual Vinicius, sementara 76% mendukung Alonso. Polarisasi ini menciptakan tantangan manajerial yang rumit bagi Alonso, yang harus menyeimbangkan dukungan klub terhadap pemain bintangnya dengan tuntutan performa dan opini publik. Komunikasi Alonso yang terukur dan fokus pada prioritas tim mengindikasikan upaya untuk menstabilkan ruang ganti di tengah gejolak eksternal dan internal. Resolusi jangka panjang atas dinamika ini akan sangat memengaruhi stabilitas tim dan prospek Real Madrid di La Liga dan kompetisi Eropa musim ini.