Gattuso di Kursi Pelatih Italia: Mampukah Menaklukkan Jalan ke Piala Dunia 2026?

Gennaro Gattuso kini berada di pucuk pimpinan tim nasional Italia, dengan tugas berat untuk mengamankan tiket Piala Dunia 2026 setelah Gli Azzurri kembali harus melalui jalur play-off. Mantan gelandang tangguh AC Milan ini ditunjuk sebagai pelatih kepala pada 15 Juni 2025, menggantikan Luciano Spalletti yang dipecat menyusul kekalahan 3-0 dari Norwegia di kualifikasi Piala Dunia. Penunjukan Gattuso menandai upaya Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) untuk membangkitkan semangat tim setelah dua kegagalan beruntun lolos ke Piala Dunia sebelumnya (2018 dan 2022).
Langkah berat menuju Piala Dunia 2026 semakin nyata bagi Italia setelah mereka gagal mengamankan kualifikasi otomatis. Azzurri menyelesaikan kampanye kualifikasi Grup I di posisi kedua, tertinggal dari Norwegia yang memuncaki grup. Pukulan telak terakhir datang pada 16 November 2025, ketika Italia menderita kekalahan telak 4-1 dari Norwegia di kandang sendiri, San Siro. Hasil ini secara resmi memaksa mereka untuk mengikuti babak play-off yang akan datang pada Maret 2026.
Gattuso, yang dikenal dengan julukan "Ringhio" (Geraman) saat masih bermain, membawa filosofi kepelatihan yang pragmatis dan terstruktur. Tim-timnya cenderung mengutamakan kekompakan pertahanan, intensitas, dan permainan berbasis penguasaan bola yang efisien, seringkali menggunakan formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1. Ia fokus pada disiplin, organisasi, dan kemampuan untuk mendominasi tanpa bola. Gaya melatihnya digambarkan berbanding terbalik dengan reputasinya sebagai pemain agresif, di mana ia dikenal mampu membawa ketenangan ke ruang ganti, dekat dengan para pemainnya, serta jujur dan rendah hati. Meskipun rekam jejak manajerialnya di level klub tidak selalu konsisten, dengan Napoli menjadi pengecualian penting saat ia memenangkan Coppa Italia pada tahun 2020, FIGC berharap pengalaman dan karakternya akan menjadi kunci.
Presiden FIGC, Gabriele Gravina, menyebut Gattuso sebagai "simbol sepak bola Italia" dan percaya bahwa motivasi, profesionalisme, serta pengalamannya akan menjadi fundamental dalam menghadapi komitmen tim nasional mendatang. Untuk mendukung Gattuso, FIGC telah membentuk staf yang berisikan legenda Azzurri pemenang Piala Dunia 2006 lainnya, termasuk Leonardo Bonucci, Andrea Barzagli, Gianluca Zambrotta, dan Simone Perrotta, dengan Cesare Prandelli mengambil peran direktur yang mengawasi seluruh tim nasional.
Tantangan di depan sangat besar. Italia akan menjadi unggulan teratas dalam undian play-off pada 20 November 2025, dan akan memiliki keuntungan bermain di kandang untuk pertandingan semi-final pada Maret 2026. Namun, dengan sejarah kegagalan di play-off dalam dua edisi Piala Dunia terakhir, tekanan akan sangat tinggi. Tim harus memenangkan kedua pertandingan semi-final dan final di jalur play-off mereka untuk bisa lolos ke Piala Dunia 2026. Kekalahan 4-1 dari Norwegia yang disebut "rapuh" oleh gelandang Manuel Locatelli, menyoroti area yang harus diperbaiki segera. Bisakah Gennaro Gattuso membangkitkan kembali semangat Azzurri dan mengakhiri penantian panjang mereka untuk kembali ke panggung sepak bola terbesar di dunia? Perjalanan krusial itu akan dimulai Maret mendatang.