KONI DKI: Ambisi Puncak Juara Umum PON 2028

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi DKI Jakarta menetapkan target ambisius untuk menjadi juara umum pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028. Pernyataan ini didukung kuat oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang secara eksplisit menargetkan kontingen Ibu Kota meraih supremasi di ajang olahraga nasional tersebut.
Target juara umum ini bukan sekadar retorika, melainkan menjadi prioritas utama yang digaungkan oleh para pemangku kepentingan olahraga di Jakarta. Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Hidayat Humaid, menyatakan bahwa Pelatda telah dimulai sebagai pijakan untuk mendongkrak prestasi atlet-atlet Jakarta, dengan komitmen untuk terus memaksimalkan prestasi atlet baik di kancah nasional maupun internasional. Achmad Azran, Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta yang juga digadang-gadang maju sebagai calon Ketua Umum KONI DKI Jakarta, bahkan menjadikan target juara umum PON sebagai harga mati jika dirinya diberikan amanah memimpin KONI DKI.
PON 2028 sendiri akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), yang ditetapkan sebagai tuan rumah bersama. Meskipun demikian, beberapa cabang olahraga berpotensi dialihkan untuk digelar di Jakarta, mengingat fasilitas olahraga Ibu Kota yang dinilai sangat memadai setelah berpengalaman menjadi tuan rumah SEA Games dan Asian Games.
KONI DKI Jakarta telah memulai persiapan dini dengan menggelar Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) secara serentak sejak 1 April 2025. Saat ini, Pelatda telah melibatkan 850 atlet utama dan 270 atlet pelapis yang akan menjalani program latihan intensif, mencakup pembinaan teknis, fisik, dan psikologis. Untuk mendukung program ini, KONI DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp115 miliar, yang sebagian besar diperuntukkan bagi honor atlet dan pelatih.
Dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI DKI Jakarta 2025 yang dibuka oleh Gubernur Pramono Anung pada 3 Desember 2025, ia menekankan lima prioritas utama untuk mencapai target juara umum. Prioritas tersebut meliputi penguatan tata kelola kelembagaan olahraga, pembinaan prestasi yang terukur, peningkatan kualitas kompetisi, optimalisasi fasilitas olahraga yang memadai, serta kolaborasi dan sinergi antar pemangku kepentingan. Gubernur Pramono juga mendorong Musyawarah Provinsi KONI DKI Jakarta pada Maret 2026 mendatang untuk melahirkan pimpinan yang berintegritas dan mampu mengayomi seluruh cabang olahraga.
KONI DKI Jakarta memiliki modal positif dari prestasi sebelumnya, yakni keberhasilan meraih juara umum dalam tiga ajang nasional: Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS), PON Bela Diri, dan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS). Prestasi ini menjadi bukti komitmen dan keseriusan KONI DKI Jakarta dalam pembinaan atlet. Selain Pelatda, KONI DKI juga aktif meningkatkan kualitas pelatih dengan mengadakan penataran pelatih pada November 2025, yang dihadiri oleh 38 pelatih dari berbagai disiplin ilmu. Diperkirakan PON 2028 akan mempertandingkan 54 cabang olahraga, dengan fokus pada cabang olahraga Olimpiade, guna meningkatkan kualitas atlet Indonesia di kancah dunia.