Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Mainz Tak Luput dari Sanksi Meski Pecat El Ghazi Pendukung Palestina

Admin 19 Nov 2025

Mainz Tak Luput dari Sanksi Meski Pecat El Ghazi Pendukung Palestina

Klub Bundesliga Mainz 05 telah kembali dinyatakan bersalah dalam kasus pemecatan pemain sayap asal Belanda, Anwar El Ghazi, setelah Pengadilan Tenaga Kerja Negara Bagian Rhineland-Palatinate pada 13 November 2025 menolak banding klub tersebut. Keputusan ini mengukuhkan putusan awal pengadilan yang menyatakan pemecatan El Ghazi tidak sah dan mewajibkan Mainz untuk membayar kompensasi sebesar €1,5 juta kepadanya.

Kontroversi ini berakar pada postingan media sosial El Ghazi yang pro-Palestina pada Oktober 2023, tak lama setelah ia bergabung dengan klub tersebut. Pada 7 Oktober 2023, El Ghazi mengunggah pernyataan di Instagram yang menyebut situasi di Gaza sebagai "genosida dan kehancuran massal," termasuk frasa "From the river to the sea, Palestine will be free". Mainz segera merespons dengan menskors El Ghazi, menyebut sikapnya "tidak dapat diterima".

Setelah itu, Mainz sempat mencabut skorsing, mengklaim bahwa El Ghazi telah menunjukkan penyesalan dan menarik diri dari komentar tersebut. Namun, El Ghazi kemudian secara terbuka membantah klaim klub, menyatakan di media sosial bahwa ia "tidak menyesal atau memiliki penyesalan atas posisinya" dan tidak akan menarik diri dari apa yang ia katakan. Pernyataan balasan ini dianggap "tidak dapat dipahami" oleh Mainz, yang kemudian memutuskan untuk mengakhiri kontraknya secara sepihak pada November 2023.

El Ghazi, yang kini berusia 30 tahun, membawa kasusnya ke pengadilan, menuduh pemecatan yang tidak adil. Pada Juli 2024, Pengadilan Tenaga Kerja Mainz memutuskan bahwa pemecatan tersebut tidak sah. Pengadilan memerintahkan Mainz untuk membayar €1,5 juta, mencakup gajinya dari November 2023 hingga Juli 2024, ketika kontraknya seharusnya berakhir. Keputusan awal ini menetapkan preseden penting mengenai hak atlet untuk berekspresi secara politik di platform media sosial.

Mainz 05 kemudian mengajukan banding terhadap putusan tersebut. Namun, banding itu ditolak pada 13 November 2025, dengan Pengadilan Tenaga Kerja Negara Bagian Rhineland-Palatinate menguatkan keputusan sebelumnya. Pengadilan memutuskan bahwa hak kebebasan berekspresi El Ghazi lebih besar daripada kepentingan klub sebagai pemberi kerja, dan menemukan bahwa postingan media sosialnya, meskipun kontroversial, merupakan pidato yang dilindungi dan bukan alasan yang cukup untuk pemutusan kontrak segera.

Stefan Hofmann, Ketua dan CEO Mainz, menyatakan bahwa klub "harus menerima keputusan pengadilan" meskipun mereka tidak setuju dengan interpretasinya. Sementara itu, El Ghazi menyambut baik putusan tersebut, mengkritik klub dan menyebut mereka "pecundang berantai yang tidak puas dengan kekalahan di lapangan sepak bola". Ia juga mengumumkan akan mendonasikan €0,5 juta dari kompensasi yang diterima kepada anak-anak di Gaza.

Setelah pemecatannya dari Mainz, El Ghazi sempat bermain untuk Cardiff City dan kini bermain untuk klub Qatar, Al-Sailiya. Kasus ini menyoroti perdebatan yang berkembang mengenai batas antara kebebasan berekspresi dan kewajiban kontraktual di dunia olahraga profesional.