Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Wamenpora Taufik Hidayat Bersuara Keras Soal Narkoba Bintang Basket Amerika

Admin 25 Dec 2025

Wamenpora Taufik Hidayat Bersuara Keras Soal Narkoba Bintang Basket Amerika

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat menegaskan bahwa kasus penyalahgunaan narkoba yang menimpa pebasket asing Jarred Dwayne Shaw harus menjadi pelajaran serius dan peringatan keras bagi seluruh induk cabang olahraga serta atlet di Indonesia. Komentar tajam ini disampaikan menyusul penangkapan Shaw, seorang pemain asal Amerika Serikat dari klub Indonesian Basketball League (IBL) Tangerang Hawks, atas kepemilikan narkotika jenis Delta 9 THC pada 14 Mei 2025, yang memicu kekhawatiran mendalam terhadap integritas olahraga nasional.

Taufik Hidayat secara eksplisit menyatakan bahwa setiap atlet yang terbukti bersalah dalam kasus narkoba harus diproses hukum tanpa pandang bulu demi menciptakan efek jera. "Ini yang ketahuan, yang tidak kita tahu bisa jadi lebih banyak. Atlet harus tahu batas mana yang boleh dan tidak, apalagi soal narkoba," ujar Taufik, menekankan perlunya penegakan hukum yang tegas. Ia juga menolak adanya kelonggaran bagi pelaku untuk kembali beraktivitas normal pasca-kasus mencuat, menegaskan, "Kita negara hukum. Kalau memang bersalah, proses hukum harus berjalan. Ini bisa jadi contoh bahwa perbuatan itu salah". Mantan pebulutangkis peraih emas Olimpiade ini juga mengingatkan bahwa ancaman terhadap karier atlet tidak hanya datang dari narkoba, melainkan juga dari penggunaan doping, sebagaimana disiplin ketat yang diterapkan dalam cabang olahraga bulu tangkis dengan tes doping rutin.

Jarred Dwayne Shaw, pebasket profesional yang pernah bermain di NBA G-League dan berbagai liga internasional, ditangkap oleh kepolisian Bandara Soekarno-Hatta setelah menerima paket berisi 132 permen ganja (Delta 9 THC) dengan berat bruto 869 gram yang dikirim dari Thailand. Setelah penangkapannya, Shaw segera dipecat dari Tangerang Hawks dan dijatuhi larangan bermain seumur hidup di Indonesian Basketball League. Meskipun Shaw mengklaim permen tersebut ditujukan untuk rekan setimnya, pihak berwenang terus menyelidiki dugaan adanya jaringan internasional di balik pengiriman narkotika ini.

Insiden ini bukan kali pertama dunia olahraga Indonesia diguncang kasus narkoba. Sejumlah atlet, baik dari Indonesia maupun asing, tercatat pernah tersandung masalah serupa, menunjukkan tantangan berkelanjutan dalam menjaga kebersihan dan reputasi olahraga. Kasus Shaw menambah daftar panjang atlet yang terjerat masalah narkoba, termasuk pemain sepak bola nasional seperti Syakir Sulaiman dan mantan legenda seperti Kurniawan Dwi Yulianto, yang pernah mengakui masa kelamnya dengan narkoba. Ini mengindikasikan bahwa masalah penyalahgunaan narkoba melintasi berbagai cabang olahraga dan membutuhkan perhatian serius.

Komentar Taufik Hidayat ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memerangi narkoba di kalangan atlet, sebuah posisi yang konsisten dengan rekam jejaknya. Sebagai individu, Taufik telah lama menjadi advokat anti-narkoba dan anti-doping, bahkan sejak ia menjadi atlet aktif dan mendukung kampanye anti-narkoba pada tahun 2010, serta menyoroti kasus doping Lee Chong Wei pada tahun 2014 dan mengingatkan atlet tentang bahaya doping pada tahun 2015. Penunjukannya sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga pada akhir 2024 semakin memperkuat kapasitasnya untuk mendorong kebijakan yang lebih ketat. Kasus Jarred Shaw menggarisbawahi urgensi bagi federasi olahraga untuk memperketat pengawasan, melakukan edukasi berkelanjutan, dan menerapkan sanksi tegas demi menjaga integritas kompetisi serta melindungi masa depan karier atlet yang telah dibangun melalui kerja keras bertahun-tahun. Implikasi jangka panjang dari kasus ini dapat mencakup revisi kebijakan perekrutan atlet asing, peningkatan kerja sama dengan badan anti-narkoba nasional dan internasional, serta penguatan program penyuluhan untuk atlet muda di seluruh negeri.