Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Setelah Puncak SEA Games, Kemenpora Siapkan Peta Jalan Emas Asian Games 2026

Admin 24 Dec 2025

Setelah Puncak SEA Games, Kemenpora Siapkan Peta Jalan Emas Asian Games 2026

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) segera memulai pemetaan mendalam cabang olahraga potensial untuk meraih medali emas pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, menyusul capaian signifikan kontingen Indonesia yang menduduki peringkat kedua dalam klasemen akhir SEA Games 2025 Thailand. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir pada Senin, 22 Desember 2025, memimpin rapat evaluasi awal untuk menganalisis performa atlet di Thailand, menandai langkah cepat pemerintah dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang lebih besar di tingkat Asia.

Indonesia berhasil melampaui target yang ditetapkan di SEA Games 2025 Thailand dengan mengumpulkan 91 medali emas, 112 perak, dan 130 perunggu, menempatkan Merah Putih di posisi kedua dari target awal 80 medali emas dan peringkat ketiga. Capaian 91 medali emas ini merupakan rekor terbaik ketiga Indonesia dalam sejarah partisipasi di SEA Games saat tidak berstatus tuan rumah, dan yang terbaik dalam 32 tahun terakhir sejak SEA Games Singapura 1993. Namun, Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa hasil positif ini tidak boleh membuat terlena, mengingat Asian Games 2026 akan berlangsung kurang dari sembilan bulan lagi, yakni pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.

Kemenpora menargetkan potensi medali emas di Asian Games 2026 dapat dipetakan secara detail pada minggu kedua Januari 2026. Proses ini mencakup peninjauan ulang cabang olahraga dan atlet yang akan diberangkatkan ke Jepang, membutuhkan strategi dan perencanaan yang matang. Dalam Asian Games terakhir di Hangzhou, Indonesia berada di peringkat ke-13 dengan perolehan 7 emas, 11 perak, dan 18 perunggu. Cabang-cabang yang menyumbang emas saat itu, seperti menembak, wushu, angkat besi, balap sepeda, panjat tebing, dan perahu naga, diprediksi akan kembali menjadi tumpuan di Aichi-Nagoya. Selain itu, beberapa cabang olahraga unggulan yang ditetapkan Kemenpora untuk persiapan Olimpiade 2028, termasuk atletik, senam, renang, bulu tangkis, panjat tebing, dan panahan, juga akan menjadi fokus pembinaan jangka menengah.

Pengamat olahraga, Fritz Simandjuntak, mengingatkan bahwa meskipun prestasi di SEA Games 2025 membanggakan, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah besar, terutama pada cabang olahraga Olimpiade yang terukur, seperti renang, di mana Indonesia hanya meraih tiga medali emas sementara Singapura mendominasi dengan 14 emas. Simandjuntak mendorong pemerintah dan pemangku kepentingan untuk segera mewujudkan fasilitas pelatihan terpusat serta meningkatkan frekuensi kompetisi nasional dan internasional.

Komitmen pemerintah untuk membangun pusat pelatihan atlet modern dan terintegrasi yang berbasis ilmu pengetahuan olahraga, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, menjadi bagian integral dari strategi jangka panjang. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi pusat pembinaan bagi 17 cabang olahraga unggulan yang telah ditetapkan Kemenpora. Sebelumnya, Kemenpora telah mengalokasikan anggaran Rp420 miliar untuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) tahun 2025 bagi 13 cabang olahraga potensial, dengan sepak bola dan bulu tangkis menerima kucuran dana terbesar. Namun, tantangan muncul akibat pemangkasan anggaran Kemenpora sebesar 55,59% pada tahun 2025, yang berdampak pada pengurangan anggaran Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga hingga 71,03%. Pemangkasan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan atlet dan pelatih terkait keberlangsungan pelatnas dan dukungan finansial.

Meskipun menghadapi kendala anggaran, Kemenpora berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan cabang olahraga dan meminta akuntabilitas dalam pengelolaan dana. Menpora Erick Thohir juga menyoroti potensi cabang olahraga seperti pencak silat, yang berhasil meraih empat medali emas di SEA Games 2025, dan berjanji akan memperjuangkan agar cabang ini dapat dipertandingkan di Asian Games. Selain itu, esports menjadi cabang yang menjanjikan, dengan Asian Games 2026 akan mempertandingkan 13 judul video game, memberikan peluang medali emas yang lebih besar bagi Indonesia. Cabang selancar ombak juga menunjukkan potensi dengan lolosnya empat atlet Indonesia setelah prestasi gemilang di kualifikasi Asian Surfing Championships 2024 dan 2025. Dengan sejarah partisipasi di setiap edisi Asian Games sejak 1951 dan peringkat ke-11 dalam tabel perolehan medali sepanjang masa, Indonesia bertekad untuk memanfaatkan momentum positif dari SEA Games 2025 sebagai landasan untuk meraih prestasi lebih tinggi di kancah Asia.