Strategi Padel Hadapi Asian Games 2026, Menpora Erick Jadi Kunci Dukungan

Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) telah secara resmi menemui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir untuk meminta dukungan dalam persiapan menghadapi Asian Games 2026 mendatang. Pertemuan penting ini berlangsung di Media Center Kemenpora pada Selasa, 2 Desember 2025, dihadiri oleh Ketua Umum PBPI Galih Dimuntur Kartasasmita beserta jajaran pengurus dan sejumlah atlet padel nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Galih Kartasasmita melaporkan capaian tim padel putri Indonesia yang berhasil meraih medali perunggu di FIP Asia Cup 2025. Selain itu, ia juga menyampaikan target PBPI selanjutnya, yakni kesiapan menghadapi Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, di mana padel telah resmi dipertandingkan. Pengakuan resmi padel sebagai cabang olahraga di Asian Games 2026 ini merupakan langkah signifikan setelah Dewan Olimpiade Asia (OCA) memberikan pengakuan kepada Federasi Padel Internasional (FIP) dan Padel Asia.
Menpora Erick Thohir menyambut baik laporan tersebut namun menekankan pentingnya bagi PBPI untuk menyusun peta jalan atau roadmap pembangunan prestasi yang jelas dan terstruktur. Erick meminta PBPI untuk memiliki rencana konkret mulai dari tingkat nasional, SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade. Ia menegaskan bahwa pendekatan Kemenpora ke depan akan berbasis data, target, dan progres yang terukur, bukan lagi sekadar diskusi.
Menpora Erick juga mengungkapkan bahwa Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) akan direvisi. Revisi ini akan mencakup sistem promosi dan degradasi untuk 21 cabang olahraga unggulan nasional. Meskipun padel belum termasuk dalam daftar cabang olahraga unggulan, Erick Thohir menyatakan bahwa ini merupakan kesempatan bagi padel untuk membuktikan potensinya melalui prestasi gemilang agar dapat naik kelas menjadi cabang olahraga unggulan di masa depan. PBPI sendiri memiliki visi untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat padel terkemuka di Asia.