Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Menguak Identitas Atletico Madrid: Semangat Los Rojiblancos dan Taktik Khas Simeone

Admin 26 Nov 2025

Menguak Identitas Atletico Madrid: Semangat Los Rojiblancos dan Taktik Khas Simeone

Atletico Madrid, dikenal dengan julukan "Los Rojiblancos" atau "Los Colchoneros", telah lama mengukuhkan diri sebagai salah satu kekuatan sepak bola paling ikonik dan sukses di Spanyol, bahkan di Eropa. Klub yang berdiri pada tahun 1903 ini memiliki sejarah kaya dan basis penggemar yang solid, dengan markas megah di Riyadh Air Metropolitano (juga dikenal sebagai Wanda Metropolitano) yang berkapasitas sekitar 70.692 kursi. Identitas klub ini, yang dicirikan oleh semangat juang tak kenal menyerah dan filosofi taktis yang khas, tak bisa dilepaskan dari sosok pelatih asal Argentina, Diego "El Cholo" Simeone.

Sejarah pendirian Atletico Madrid pada 26 April 1903 oleh tiga mahasiswa Basque di Madrid memiliki kaitan erat dengan Athletic Club Bilbao. Awalnya bernama Athletic Club Sucursal de Madrid, klub ini kemudian terpisah dan pada tahun 1946 secara resmi berganti nama menjadi Atletico de Madrid. Julukan "Los Rojiblancos" (Si Merah Putih) dan "Los Colchoneros" (Pembuat Kasur) berasal dari warna seragam kandang mereka, bergaris vertikal merah dan putih, yang mirip dengan pola kain kasur tradisional. Ada juga julukan "Los Indios", meskipun kurang terkenal, memiliki sejarah yang kuat.

Transformasi besar dalam identitas dan kesuksesan Atletico Madrid dimulai sejak kedatangan Diego Simeone sebagai pelatih pada Desember 2011. Simeone, seorang mantan pemain Atletico yang dikenal dengan gaya bermain ngotot, agresif, dan berapi-api, membawa filosofi yang kemudian dikenal sebagai "Cholismo". Filosofi ini berpusat pada pertahanan yang kokoh, transisi cepat, intensitas tinggi di setiap area lapangan, dan semangat kerja keras. Tim di bawah Simeone sering mengandalkan serangan balik mematikan dan kemampuan memanfaatkan set-piece. Simeone mempersetankan kritik tentang gaya bermain pragmatisnya; ia menegaskan timnya tidak akan mengubah filosofi demi memuaskan kritikus. Kecerdasan Simeone terbukti mampu menyulap Atletico dari klub yang sempat terpuruk menjadi penantang serius dominasi Real Madrid dan Barcelona di La Liga.

Di bawah asuhan Simeone, Atletico Madrid telah meraih delapan trofi utama, menjadikannya pelatih tersukses dalam sejarah klub. Prestasinya mencakup dua gelar La Liga pada musim 2013/2014 dan 2020/2021, dua gelar Liga Europa (2012, 2018), dua Piala Super Eropa (2012, 2018), satu Copa del Rey (2013), dan satu Piala Super Spanyol (2014). Selain itu, Atletico juga dua kali mencapai final Liga Champions di bawah Simeone pada tahun 2014 dan 2016.

Semangat "Los Rojiblancos" terefleksi kuat dalam filosofi Simeone di lapangan. Ini adalah semangat kolektif, pantang menyerah, dan determinasi tinggi. Pemain-pemain seperti Rodrigo de Paul, Antoine Griezmann, Jan Oblak, José María Giménez, dan kapten Koke saat ini menjadi pilar yang mewujudkan filosofi ini. Stadion Riyadh Air Metropolitano dikenal dengan atmosfernya yang sangat intimidatif bagi tim tamu, memberikan dorongan signifikan bagi Atletico Madrid. Para penggemar dikenal setia, mendukung tim meskipun dalam kondisi sulit.

Pada musim 2025/2026, Atletico Madrid masih diharapkan mempertahankan inti kekuatan ini. Mereka terus bersaing di papan atas La Liga, seperti yang terlihat pada musim sebelumnya di mana mereka finis di peringkat ketiga dengan 77 poin. Tim ini juga memulihkan posisi di Liga Champions dan akan menghadapi Inter Milan pada 26 November 2025. Dengan skuad yang solid dan telah lama bermain bersama, Atletico diyakini akan menjadi penantang kuat di berbagai kompetisi. Pemain seperti Julián Álvarez dan Alexander Sørloth juga menjadi bagian penting dalam skuad saat ini. Filosofi "Cholismo" mungkin kadang dipertanyakan, seperti saat pembelian Joao Felix yang dianggap keluar dari kelaziman, namun esensinya tetap menjadi denyut nadi Atletico Madrid.

Dengan kombinasi semangat juang "Los Rojiblancos" dan filosofi "Cholismo" yang tak tergoyahkan dari Diego Simeone, Atletico Madrid terus menorehkan babak baru dalam sejarah sepak bola Spanyol, menjadi simbol ketangguhan dan keberanian dalam menghadapi raksasa-raksasa Eropa.