Perbasi Tantang DIY: Wujudkan Pusat Talenta Basket Potensial

Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) menghadapi tantangan signifikan dalam upaya melahirkan bibit-bibit pebasket potensial, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ketua Umum Perbasi Pusat, Budisatrio Djiwandono, secara langsung menantang Pengurus Daerah Perbasi DIY untuk fokus pada regenerasi atlet unggul yang akan disiapkan menuju kejuaraan internasional. Tantangan ini disampaikan Budisatrio saat melantik kepengurusan Perbasi DIY periode 2025-2029 yang kembali dipimpin oleh KPH Purbodiningrat pada 25 Agustus 2025.
Antusiasme bola basket di DIY dinilai sangat kuat, terbukti dari banyaknya kompetisi lokal, liga profesional, dan Indonesian Basketball League (IBL) yang mendapatkan animo tinggi dari masyarakat dan penggemar. KPH Purbodiningrat sendiri menyoroti keberhasilan DIY meraih medali emas PON setelah puasa gelar selama sekitar 12 tahun, dan menargetkan dua medali emas pada PON 2028 di nomor 3x3 putra dan putri. Namun, di balik semangat yang membara, Budisatrio mengidentifikasi beberapa aspek yang perlu diperkuat dalam ekosistem bola basket DIY. Keterbatasan lapangan, kurangnya perangkat pertandingan yang berkualitas seperti wasit, pelatih, table official, dan statistion, serta minimnya infrastruktur dan sarana prasarana menjadi perhatian utama. Hal-hal ini memerlukan perhatian lebih agar olahraga basket dapat berkembang secara optimal di wilayah tersebut.
Menyikapi tantangan ini, Perbasi Pusat dan Perbasi DIY telah merancang berbagai strategi. Budisatrio berharap adanya kolaborasi yang sinergis dari semua pihak untuk membangun ekosistem bola basket yang lebih baik guna menghasilkan atlet-atlet unggul di masa depan. Pembinaan usia dini menjadi fokus utama Perbasi, seperti yang terlihat dari penyelenggaraan PERBASI Fest 2025 di Surakarta yang mencakup kategori U14 putra-putri, Jambore Mini Basket, serta kompetisi 3x3 bagi pelajar. Program ini bertujuan memberikan pengalaman kompetitif dan mengasah kemampuan dasar atlet muda.
Selain itu, Perbasi DIY bekerja sama dengan Peak dan berbagai instansi lain berencana menggulirkan liga basket lokal usia muda pada tahun 2024. Liga ini akan melibatkan siswa SD, SMP, dan mahasiswa dengan format kompetisi penuh yang diikuti oleh delapan klub dari setiap jenjang, dimainkan di lapangan sekolah untuk memperkenalkan basket kepada masyarakat luas. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas permainan dan pengembangan pelatih secara terarah. Peran Developmental Basketball League (DBL) juga diapresiasi oleh Perbasi karena telah menjadi platform penting dalam mencetak dan mengembangkan talenta muda basket di Indonesia. Dengan menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan internasional seperti Piala Asia Putri U16 pada 2026, Piala Asia Putra U18 pada 2027, Piala Dunia Basket Putri U17 pada 2028, dan Piala Dunia U19 Putra pada 2029, Indonesia memiliki motivasi kuat untuk terus menyiapkan atlet berbakat, dan Perbasi DIY diharapkan mampu menyumbangkan bibit-bibit unggul untuk ajang-ajang tersebut, termasuk untuk nomor 3x3 di Olimpiade Los Angeles.