Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

PBSI Prioritaskan Emas SEA Games 2025, World Tour Finals Tergeser Agenda Utama

Admin 03 Dec 2025

PBSI Prioritaskan Emas SEA Games 2025, World Tour Finals Tergeser Agenda Utama

Jadwal padat di penghujung tahun 2025 telah menciptakan dilema bagi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyusul tumpang tindihnya perhelatan SEA Games 2025 dan BWF World Tour Finals 2025. Dengan tanggal pelaksanaan yang berdekatan, PBSI menegaskan prioritasnya pada SEA Games yang akan berlangsung di Thailand, meskipun harus mengorbankan partisipasi beberapa pemain di turnamen puncak BWF tersebut.

SEA Games XXXIII dijadwalkan akan digelar di Bangkok, Chonburi, dan Songkhla, Thailand, mulai 9 hingga 20 Desember 2025. Sementara itu, BWF World Tour Finals, turnamen bergengsi yang diikuti delapan pemain atau pasangan terbaik dunia, akan diselenggarakan di Hangzhou, Tiongkok, pada 17 hingga 21 Desember 2025. Jarak waktu yang hanya beberapa hari antara kedua ajang ini memaksa PBSI untuk mengambil keputusan strategis terkait komposisi tim.

Awalnya, PBSI berencana mengirimkan skuad yang didominasi pemain muda ke SEA Games 2025. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Eng Hian, menjelaskan bahwa tujuan pengiriman tim muda ini adalah untuk memberikan pengalaman kompetitif dan jam terbang yang bervariasi sebagai bagian dari proses regenerasi atlet. Menurut Eng Hian, pemain muda membutuhkan pengalaman di turnamen multi-event dengan nuansa berbeda dari seri World Tour biasa.

Namun, target yang ditetapkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir untuk meraih dua medali emas bulutangkis di SEA Games, membuat PBSI melakukan penyesuaian pada daftar skuad. Sekretaris Jenderal PBSI, Ricky Soebagdja, menyatakan bahwa target pemerintah menjadi motivasi besar bagi PBSI untuk meningkatkan kualitas persiapan dan memastikan setiap atlet tampil dalam kondisi terbaik.

Dalam daftar terbaru, tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung dan pasangan ganda putra non-pelatnas Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani telah dimasukkan ke dalam skuad SEA Games. Penambahan ini dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis dan strategis demi mencapai komposisi terbaik tim.

Di sisi lain, beberapa nama besar dipastikan absen dari SEA Games 2025 karena alasan tertentu. Pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tidak dapat memperkuat tim karena jadwal pernikahan Fajar dan kegiatan ibadah umrah. Tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting juga absen karena bertepatan dengan jadwal kelahiran anaknya. Sementara itu, Jonatan Christie disebut membutuhkan waktu lebih lama untuk mempersiapkan diri menghadapi BWF World Tour Finals 2025 setelah serangkaian turnamen internasional yang padat. Hal ini mengindikasikan bahwa Jonatan, jika lolos kualifikasi, kemungkinan akan memprioritaskan ajang puncak BWF tersebut.

Keputusan PBSI ini sedikit berbeda dengan pendekatan negara tetangga. Federasi Bulutangkis Malaysia (BAM) melalui Sekretaris Jenderal Datuk Kenny Goh, menyatakan bahwa para pebulutangkis mereka yang lolos kualifikasi BWF World Tour Finals tidak akan menghadapi masalah untuk berkompetisi di kedua ajang tersebut, mengingat jadwal pertandingan bulutangkis di SEA Games akan berakhir lebih awal pada 15 Desember. Meskipun demikian, PBSI tetap optimis dengan kombinasi pemain berpengalaman dan muda di tim SEA Games, serta berharap dapat memenuhi target yang ditetapkan pemerintah.