Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Dampak Absennya Finswimming di SEA Games 2025: Indonesia Juara Umum, Mungkinkah?

Admin 30 Nov 2025

Dampak Absennya Finswimming di SEA Games 2025: Indonesia Juara Umum, Mungkinkah?

SEA Games ke-33 tahun 2025 yang akan berlangsung di Thailand, tepatnya di Bangkok, Chonburi, dan Songkhla pada 9 hingga 20 Desember 2025, dipastikan tanpa cabang olahraga Finswimming. Keputusan ini menimbulkan kekhawatiran bagi kontingen Indonesia, mengingat Finswimming adalah salah satu lumbung medali Merah Putih di edisi sebelumnya.

Pada SEA Games 2023 di Kamboja, Indonesia berhasil meraih 21 medali dari cabang Finswimming, dengan rincian 6 medali emas, 10 perak, dan 5 perunggu. Kontribusi signifikan ini membantu Indonesia menempati posisi ketiga dalam klasemen akhir perolehan medali dengan total 276 keping (87 emas, 80 perak, 109 perunggu). Di SEA Games 2021 (yang diselenggarakan pada 2022) di Vietnam, Finswimming juga menyumbangkan 3 emas, 6 perak, dan 3 perunggu bagi Indonesia. Dengan tidak dipertandingkannya Finswimming di Thailand 2025, Indonesia terancam kehilangan potensi raihan medali yang cukup besar.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir telah menetapkan target 80 hingga 85 medali emas bagi kontingen Indonesia di SEA Games 2025, dengan harapan dapat mempertahankan peringkat ketiga. Proyeksi awal dari cabang olahraga menunjukkan potensi raihan di atas 120 emas, namun hasil evaluasi tim review memperkirakan potensi realistis berada di kisaran 80-an medali emas. Jika perolehan medali emas di bawah 80 keping, Indonesia terancam menempati peringkat keempat. Bahkan, ada prediksi bahwa Indonesia berpotensi kehilangan 41 medali emas karena nomor-nomor andalan dari berbagai cabang olahraga tidak akan dipertandingkan, yang dapat membuat Indonesia terlempar dari lima besar.

Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Harry Warganegara, telah menyatakan harapan agar Finswimming dapat kembali dipertandingkan pada SEA Games edisi 2027 di Malaysia dan 2029 di Singapura. Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Selam Indonesia (PB POSSI), Komjen Pol. Makhruzi Rahman, menegaskan komitmennya untuk terus mengupayakan agar cabang olahraga selam dapat kembali masuk dalam ajang multievent. PB POSSI bahkan telah ditawari menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia Tenggara Finswimming 2025 sebagai alternatif.

Meskipun Finswimming tidak dipertandingkan, Indonesia masih mengandalkan beberapa cabang olahraga lain untuk mencapai target medali. Cabang-cabang seperti angkat besi, panahan, bulutangkis, dan atletik dianggap berpotensi menjadi lumbung emas. PBSI, sebagai contoh, siap menanggung target dua medali emas di SEA Games 2025. Kontingen Indonesia sendiri akan mengirimkan 996 atlet untuk berlaga di 48 cabang olahraga pada SEA Games 2025. Tantangan untuk menjadi juara umum tanpa Finswimming akan sangat bergantung pada performa maksimal atlet di cabang-cabang unggulan lainnya dan kemampuan kontingen untuk mengoptimalkan setiap peluang medali yang tersedia.