Isak: Sorotan Utama yang Tak Terduga

Alexander Isak, penyerang berkebangsaan Swedia, tengah menjadi sorotan utama di Liga Inggris setelah awal musim yang sulit bersama Liverpool. Didatangkan dari Newcastle United pada bursa transfer musim panas 2025 dengan biaya yang memecahkan rekor Inggris senilai £125 juta, atau sekitar Rp2,5 triliun, Isak diharapkan menjadi mesin gol baru bagi The Reds. Namun, ekspektasi tinggi tersebut belum mampu dijawab Isak, yang baru mencetak satu gol dari total delapan penampilan di semua kompetisi musim ini.
Perjalanan adaptasi Isak di Anfield terhambat secara signifikan oleh masalah cedera. Ia mengalami cedera pangkal paha (otot aduktor) yang membuatnya absen dalam empat pertandingan Liga Inggris sejak akhir Oktober lalu. Cedera ini didapatnya saat menghadapi Eintracht Frankfurt di Liga Champions. Manajer Liverpool, Arne Slot, mengungkapkan bahwa Isak belum mencapai tingkat kebugaran 100 persen dan belum bisa tampil penuh selama 90 menit. Isak sendiri mengakui bahwa persiapannya di pramusim tidak optimal menyusul drama panjang kepindahannya dari Newcastle, di mana ia bahkan sempat menolak bermain untuk mantan klubnya demi memuluskan transfer ke Liverpool.
Situasi ini kontras dengan performanya yang cemerlang di Newcastle United sebelum bergabung dengan Liverpool. Pada musim 2024-25, Isak mencatatkan 23 gol dan 6 assist dalam 34 penampilan Liga Inggris. Ia bahkan meraih penghargaan Pemain Terbaik dan Gol Terbaik Liga Inggris untuk Desember 2024, mencetak delapan gol di bulan tersebut. Isak juga masuk dalam PFA Premier League Team of 2024-25 dan dinominasikan sebagai Pemain Terbaik Liga Inggris musim tersebut. Selama kariernya di Newcastle, ia terlibat dalam 50 gol (43 gol, 7 assist) dari 69 pertandingan Liga Inggris.
Meskipun baru kembali merumput selama 28 menit bersama timnas Swedia dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Swiss, yang berakhir dengan kekalahan 1-4, Isak menyatakan bahwa reaksi tubuhnya setelah pertandingan cukup baik. Namun, tekanan terus meningkat, dengan beberapa pandangan kritis muncul, termasuk saran dari legenda Chelsea, Frank Leboeuf, agar Isak dicadangkan dan memberi kesempatan kepada Hugo Ekitike yang dinilai lebih menjanjikan. Isak mengakui frustrasi dengan cedera dan mengakui bahwa performanya belum optimal, namun ia bertekad untuk bangkit dan memberikan kontribusi maksimal.