Pengakuan Slot: Rasa Bersalah di Balik Kemerosotan Liverpool

Performa Liverpool di Liga Inggris musim 2025/2026 mengalami penurunan drastis, membuat manajer Arne Slot secara terbuka mengakui rasa bersalah dan bertanggung jawab atas situasi yang "konyol" ini. Tim yang berstatus juara bertahan Premier League tersebut kini terpuruk di posisi ke-12 klasemen, tertinggal 11 poin dari pemuncak, Arsenal.
The Reds baru saja menelan kekalahan telak 0-3 dari Nottingham Forest di Anfield, yang merupakan kekalahan keenam mereka dalam 12 pertandingan Premier League musim ini. Lini belakang Liverpool menjadi sorotan utama, dengan 20 gol kebobolan dan selisih gol minus 2. Catatan ini menandai pertama kalinya Liverpool menelan dua kekalahan beruntun dengan selisih tiga gol sejak April 1965.
Arne Slot, yang mengambil alih kepemimpinan tim setelah musim lalu membawa Liverpool meraih gelar Liga Inggris ke-20, menyatakan keterkejutannya terhadap situasi ini. "Jujur saja, saya tidak menyangka diri saya akan ada di situasi ini mengingat taktik dan pemain-pemain berkualitas yang kami punya. Anda tidak akan pernah menyangka kami akan kalah begitu sering," ujar Slot seperti dilansir ESPN. Ia menambahkan bahwa performa di Premier League jauh di bawah ekspektasi, meskipun tim meraih tiga kemenangan di Liga Champions.
Manajer asal Belanda itu tidak menampik tanggung jawab dan mengakui perasaannya. "Tentu saja saya bertanggung jawab dan saya merasa bersalah," kata Arne Slot. Ia juga menyebut bahwa perombakan besar di skuad selama bursa transfer musim panas, termasuk kedatangan pemain seperti Florian Wirtz, Alexander Isak, dan Hugo Ekitike, telah memengaruhi konsistensi tim dan proses adaptasi yang belum sepenuhnya selesai.
Selain itu, Slot juga menyinggung duka mendalam yang menyelimuti tim setelah meninggalnya Diogo Jota pada Juli lalu. Meskipun ia mengakui rasa kehilangan itu nyata dan para pemain masih terbayang almarhum, Slot menegaskan bahwa hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan atas hasil minor tim di lapangan. Situasi buruk ini juga memunculkan pertanyaan mengenai apakah Slot mendapatkan dukungan penuh dari para suporter dan sorotan terhadap performa pemain kunci seperti Mohamed Salah yang dinilai belum tampil sebagai pemimpin di tengah keterpurukan tim.